MATABERITA.CO — Aktor Krisjiana Baharudin memilih menjalani vasektomi di usia 32 tahun setelah menyaksikan langsung perjuangan istrinya, penyanyi Siti Badriah, mengandung dan melahirkan dua anak. Keputusan itu ia tegaskan bukan soal kehilangan kejantanan, melainkan tanggung jawab sebagai suami.
Krisjiana Baharudin mengumumkan keputusan menjalani vasektomi melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Kamis (17/9/2026). Suami penyanyi dangdut Siti Badriah itu menyebut langkah tersebut diambil setelah menyaksikan perjuangan sang istri selama dua kali kehamilan.
Pria kelahiran 1994 ini menilai pengorbanan yang dilakukan istrinya jauh lebih besar dibandingkan prosedur yang akan ia jalani. Ia menyoroti momen sang istri menahan mual, lelah, hingga perubahan fisik selama mengandung.
"Apa salahnya mengambil satu keputusan kecil, setelah melihat begitu banyak pengorbanan besar yang sudah dilakukan seorang istri? Dua kali mengandung dan menyerahkan tubuhnya untuk sebuah kehidupan," tulis Krisjiana dalam unggahan tersebut.
Alasan di Balik Keputusan Vasektomi
Krisjiana menegaskan bahwa pilihannya bukan tentang siapa yang lebih banyak berkorban. Ia juga membantah anggapan bahwa vasektomi berkaitan dengan hilangnya kejantanan seorang pria.
"Bukan tentang kehilangan kejantanan juga, tetapi soal tanggung jawab dan menghargai keputusan pasangan," tegasnya.
Pernyataan itu menempatkan vasektomi sebagai persoalan tanggung jawab bersama dalam keluarga, bukan sekadar prosedur medis. Kesadaran pria mengambil peran dalam kontrasepsi menjadi inti dari keputusan yang diambil Krisjiana.
Cara Kerja Vasektomi Menurut Pakar
Pakar seksologi dr Boyke Dian Nugraha, SpOG, MARS, menjelaskan bahwa vasektomi merupakan metode pengendalian kelahiran untuk pria dengan memutus suplai sperma. Prosedur ini dilakukan dengan memotong dan memblokir saluran yang membawa sperma, yakni vas deferens.
Menurut dr Boyke, vasektomi tergolong sederhana dan relatif mudah dikerjakan. Ia menyebut prosedur ini sebagai operasi kecil yang tidak memerlukan penanganan rumit.
"Cuma dicari saluran sperma supaya sperma dari testis yang mengalir itu dia tersumbat, akhirnya spermanya kosong jadi tidak terjadi kehamilan, kan gampang banget," ujar dr Boyke saat diwawancarai detikcom.
Peluang Kehamilan Kembali Usai Vasektomi
Vasektomi dikategorikan sebagai metode KB pria permanen karena kemungkinan memicu kehamilan di masa mendatang menjadi sangat kecil. Meski demikian, dr Boyke menyebut saluran sperma masih bisa disambung kembali jika pasangan ingin menambah anak.
"Kalau nanti bisa disambung lagi tidak ikatannya kalau ingin hamil? Bisa sih, cuma keberhasilannya setelah dipotong itu cuma sekitar 15-25 persen saja," tutur dr Boyke.
"Itu hasil penelitiannya," lanjutnya.
Angka tersebut menunjukkan bahwa pembalikan vasektomi bukan jaminan keberhasilan. Karena itu, dr Boyke menyarankan agar keputusan menjalani prosedur ini dipikirkan matang bersama pasangan.
Praktik yang Lazim di Negara Barat
Dr Boyke menambahkan bahwa kesadaran pria mengambil peran dalam kontrasepsi lewat vasektomi sudah menjadi hal lazim di negara-negara Barat. Ia mencontohkan suami yang berinisiatif menjalani vasektomi setelah istrinya melahirkan, menyusui, dan menjalani operasi caesar.
"Kalau di negara Barat, karena istrinya sudah melahirkan, menyusui, operasi caesar, jadi suaminya berinisiatif melakukan vasektomi. Ini operasi kecil," pungkasnya.
Bagi pasangan yang sudah mantap tidak menambah momongan, vasektomi disebut sebagai opsi paling sederhana dan efektif. Keputusan Krisjiana menambah deretan pria yang memilih mengambil peran dalam pengendalian kelahiran keluarganya.