MATABERITA.CO — Rusia menandatangani kontrak pengadaan 90 pesawat MC-21 untuk Aeroflot, kontrak terbesar dalam sejarah penerbangan sipil negara itu, dengan pengiriman dijadwalkan bertahap pada 2029-2032. Presiden Vladimir Putin menyebut kesepakatan itu sebagai langkah signifikan menuju modernisasi armada, seraya menekankan perlunya pembaruan infrastruktur bandara di seluruh wilayah.
Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan perluasan dan pembaruan armada pesawat nasional. Instruksi itu ia sampaikan dalam konferensi video saat upacara penandatanganan perjanjian antara Aeroflot dan perusahaan pertahanan milik negara Rostec, Jumat (18/9).
Perjanjian tersebut mencakup pengadaan 90 unit pesawat MC-21. Menurut Rostec, pengiriman ke Aeroflot dijadwalkan berlangsung pada 2029-2032 dan menjadi kontrak terbesar dalam sejarah penerbangan sipil Rusia.
Putin menyebut kontrak itu akan memberikan beban kerja substansial bagi produsen pesawat beserta para pemasok dan kontraktornya. Ia berharap pelaksanaannya berjalan ketat sesuai jadwal yang ditetapkan, tanpa penundaan atau gangguan.
Isi Kontrak: Pesawat, Simulator, hingga Pelatihan Pilot
Kesepakatan Aeroflot-Rostec tidak hanya mencakup pengiriman pesawat. Rostec menyatakan kontrak itu juga meliputi simulator penerbangan, pelatihan bagi pilot dan personel darat, serta dukungan teknis untuk pesawat tersebut.
Bagi Putin, modernisasi armada merupakan persoalan yang memiliki kepentingan mendasar. Pengadaan 90 pesawat MC-21 dinilainya sebagai langkah yang sangat signifikan ke arah itu.
20 Landasan Pacu dan 26 Terminal Beroperasi Sejak 2021
Di sisi infrastruktur, Putin mengklaim sejumlah proyek pembangunan gedung terminal baru serta peningkatan lapangan terbang dan perbatasan telah diselesaikan di beberapa wilayah. Sejak 2021, ia menyebut 20 landasan pacu dan 26 kompleks terminal di seluruh negeri mulai beroperasi.
Terminal baru telah dibuka di sejumlah kota, termasuk Petropavlovsk-Kamchatsky, Khabarovsk, Magadan, Novosibirsk, dan Cheboksary. Pembiayaannya dilakukan melalui kombinasi dana negara dan investasi sektor swasta.
"Kami akan terus memberikan segala dukungan yang diperlukan bagi para investor," kata Putin.
75 Bandara Masuk Target Modernisasi hingga 2030
Rusia menargetkan modernisasi setidaknya 75 bandara pada 2030. Jumlah itu mencakup lebih dari sepertiga total jaringan bandara negara tersebut.
Putin menilai jaringan penerbangan yang maju sangat penting bagi Rusia untuk menghubungkan berbagai wilayah dan memastikan aksesibilitas ke daerah terpencil, termasuk di Arktik, Siberia, dan Timur Jauh.
Ia juga menyoroti dampak ekonomi dari bandara modern. Menurutnya, infrastruktur itu mendorong pertumbuhan perdagangan, aktivitas bisnis, dan pariwisata di daerah, sekaligus mempercepat proses penanganan penumpang.
"Tentu saja, bandara-bandara modern juga memberikan dorongan bagi perekonomian daerah, mendorong pertumbuhan perdagangan, aktivitas bisnis, dan, tentu saja, pariwisata," ucap Putin.
Dengan pertimbangan itu, ia menyatakan Rusia secara sistematis meningkatkan infrastruktur bandara dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah berjanji melanjutkan dukungan bagi investor yang terlibat dalam proyek-proyek tersebut.