Gempa M4,9 Guncang Sarmi Papua, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa M4,9 Guncang Sarmi Papua, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

MATABERITA.CO — Gempa tektonik berkekuatan magnitudo 4,9 mengguncang wilayah Sarmi, Papua, dengan pusat gempa di laut sekitar 16 kilometer timur laut Sarmi. BMKG memastikan gempa dangkal yang dipicu aktivitas sesar aktif itu tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

BMKG mencatat gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Sarmi, Papua, pada Sabtu (19/9/2026) pukul 11.18.39 WIB. Hasil pemutakhiran analisis lembaga itu menunjukkan gempa bermagnitudo 4,9 dengan kedalaman 27 kilometer.

Episenter gempa berada pada koordinat 1,76° Lintang Selatan dan 138,85° Bujur Timur. Titik itu terletak di laut, sekitar 16 kilometer timur laut Sarmi.

Gempa Dangkal Dipicu Sesar Aktif

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menyatakan gempa tidak berpotensi menimbulkan tsunami berdasarkan hasil pemodelan. "Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, BMKG menyebut gempa merupakan jenis gempa bumi dangkal yang dipicu aktivitas sesar aktif," kata Wijayanto.

Analisis mekanisme sumber memperlihatkan gempa memiliki mekanisme pergerakan geser atau strike-slip. Karakter pergerakan itu berbeda dari gempa dengan mekanisme naik yang biasanya lebih berpotensi memicu tsunami di wilayah pesisir.

Guncangan Terasa di Tiga Wilayah Kabupaten Sarmi

Estimasi peta tingkat guncangan atau shakemap BMKG menunjukkan gempa dirasakan dengan intensitas IV MMI di Sarmi, Sarmi Selatan, dan Pantai Barat, Kabupaten Sarmi. Pada skala IV MMI, guncangan dapat dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah pada siang hari.

Wijayanto menambahkan, hingga pukul 11.35 WIB, BMKG belum mencatat adanya aktivitas gempa bumi susulan. "Hingga pukul 11.35 WIB, BMKG belum mencatat adanya aktivitas gempa bumi susulan," ujarnya.

Wilayah Papua bagian utara memang berada di zona pertemuan lempeng yang aktif. Sesar-sesar lokal di kawasan itu rutin memicu gempa dangkal dengan magnitudo kecil hingga menengah.

BMKG mengimbau warga tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Masyarakat diminta memantau informasi resmi dari kanal BMKG untuk perkembangan terbaru.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index