PT Garam

PT Garam Bangun Proyek Hilirisasi Strategis Perkuat Industri Nasional

PT Garam Bangun Proyek Hilirisasi Strategis Perkuat Industri Nasional
PT Garam Bangun Proyek Hilirisasi Strategis Perkuat Industri Nasional

JAKARTA - PT Garam menandai langkah besar transformasi industri dengan memulai pembangunan tiga proyek hilirisasi strategis yang menjadi bagian dari agenda nasional penguatan sektor riil. 

Langkah ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas produksi, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat rantai pasok garam industri dalam negeri agar lebih mandiri dan berdaya saing. 

Melalui proyek-proyek berbasis teknologi modern, PT Garam menegaskan komitmennya mendukung swasembada garam sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Pembangunan tiga proyek tersebut merupakan bagian dari agenda besar Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia yang secara serentak meresmikan proyek hilirisasi di berbagai wilayah. 

Kehadiran PT Garam dalam program ini mencerminkan peran strategis industri garam sebagai bahan baku penting bagi berbagai sektor manufaktur, mulai dari pangan, kimia, hingga kebutuhan industri lainnya.

Fokus Hilirisasi Garam Berbasis Teknologi Modern

PT Garam resmi melakukan groundbreaking tiga proyek hilirisasi fase awal yang dirancang untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi garam industri. 

Salah satu proyek utama adalah pembangunan Pabrik Garam Bahan Baku Industri dengan teknologi Mechanical Vapor Recompression (MVR) di Kabupaten Sampang. Pabrik ini memiliki kapasitas produksi sebesar 200.000 ton per tahun dan dijalankan melalui skema joint operation bersama PT Putra Arga Binangun dan PT SCC Chemical Engineering Indonesia.

Teknologi MVR dipilih karena mampu menghasilkan garam industri dengan tingkat kemurnian tinggi dan efisiensi energi yang lebih baik. 

Penerapan teknologi ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk garam nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan baku industri.

Selain di Sampang, PT Garam juga membangun Pabrik Garam Bahan Baku Industri MVR di kawasan Manyar, Kabupaten Gresik. 

Proyek ini memiliki kapasitas produksi 100.000 ton per tahun dan dijalankan melalui kerja sama strategis dengan PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR). Kolaborasi tersebut menjadi contoh sinergi antara BUMN dan sektor swasta dalam memperkuat industri nasional.

Pengembangan Pabrik Garam Olahan Dan Kapasitas Produksi

Proyek ketiga yang dibangun PT Garam adalah Pabrik Garam Olahan Segoromadu 2 di Kabupaten Gresik dengan kapasitas produksi mencapai 80.000 ton per tahun. 

Pabrik ini difokuskan untuk memenuhi kebutuhan garam olahan dengan standar kualitas yang lebih tinggi, khususnya untuk sektor pangan dan kebutuhan konsumsi lainnya.

Direktur Utama PT Garam, Abraham Mose, menyampaikan bahwa total kapasitas produksi dari ketiga proyek hilirisasi tersebut mencapai 380.000 ton per tahun. 

Menurutnya, investasi ini tidak hanya bertujuan meningkatkan volume produksi, tetapi juga memastikan pasokan garam industri nasional lebih stabil dan berkelanjutan.

“Groundbreaking tiga proyek hilirisasi fase I ini menegaskan arah baru PT Garam menuju industri garam modern. Melalui hilirisasi berbasis teknologi, kami berkomitmen mendukung ketahanan industri dan swasembada garam nasional,” ujar Abraham.

Peran Strategis Proyek Dalam Rantai Nilai Industri

Abraham menambahkan bahwa PT Garam masih memiliki tujuh proyek strategis lain yang akan direalisasikan ke depan. 

Rangkaian proyek tersebut diharapkan mampu memperkuat rantai nilai industri garam nasional dari hulu hingga hilir, sekaligus meningkatkan efisiensi dan optimalisasi utilisasi produksi perusahaan.

Pengembangan proyek hilirisasi juga diproyeksikan memberikan dampak ekonomi yang luas, terutama melalui penciptaan lapangan kerja di daerah lokasi proyek. 

Selain itu, peningkatan kapasitas produksi garam industri di dalam negeri diharapkan mampu menekan ketergantungan impor dan memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen garam yang kompetitif di kawasan regional.

Dengan dukungan teknologi modern dan kemitraan strategis, PT Garam menargetkan industri garam nasional tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga membuka peluang ekspansi pasar di masa mendatang.

Bagian Dari Transformasi Ekonomi Nasional

Secara nasional, proyek PT Garam merupakan bagian dari peresmian serentak enam proyek hilirisasi di 13 lokasi yang dikelola oleh Danantara Indonesia. 

Total nilai investasi dari enam proyek tersebut mencapai sekitar US$7 miliar atau setara Rp110 triliun. Proyek-proyek ini menjadi bagian dari agenda besar transformasi ekonomi nasional untuk meningkatkan nilai tambah industri dalam negeri.

CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyatakan bahwa proyek hilirisasi fase awal diharapkan mampu memberikan dampak positif yang nyata bagi perekonomian Indonesia. Dampak tersebut mencakup peningkatan nilai tambah industri, penyerapan tenaga kerja, serta penguatan sektor riil sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

“Tahap awal proyek-proyek ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang nyata bagi perekonomian Indonesia, baik melalui penciptaan nilai tambah industri maupun penyerapan tenaga kerja,” ujar Rosan.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan sektor swasta, proyek hilirisasi PT Garam diharapkan menjadi contoh nyata transformasi industri berbasis sumber daya alam yang berorientasi pada keberlanjutan dan kemandirian nasional.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index