Kolagen

Tanda Tubuh Kekurangan Kolagen yang Perlu Diwaspadai Sejak Dini

Tanda Tubuh Kekurangan Kolagen yang Perlu Diwaspadai Sejak Dini
Tanda Tubuh Kekurangan Kolagen yang Perlu Diwaspadai Sejak Dini

JAKARTA - Perubahan pada tubuh sering kali terjadi secara perlahan dan tidak selalu langsung disadari. 

Banyak orang menganggap perubahan tersebut sebagai hal yang wajar seiring bertambahnya usia, padahal sebagian kondisi bisa menjadi sinyal awal adanya penurunan nutrisi penting di dalam tubuh. 

Salah satu zat yang perannya kerap luput dari perhatian adalah kolagen, protein struktural yang berkontribusi besar terhadap kesehatan kulit, sendi, dan jaringan tubuh.

Kolagen merupakan protein utama yang menyusun sekitar 30 persen dari total protein tubuh manusia. Zat ini berfungsi menjaga kekuatan, elastisitas, dan struktur berbagai jaringan, termasuk kulit, otot, tulang, sendi, serta jaringan ikat. Tanpa kadar kolagen yang cukup, tubuh akan lebih rentan mengalami perubahan fungsi dan penurunan kualitas jaringan.

Melansir Cleveland Clinic, kolagen tersusun atas asam amino yang membentuk fibril protein dalam struktur heliks rangkap tiga. Proses pembentukan kolagen yang optimal juga memerlukan dukungan nutrisi lain seperti vitamin C, seng, dan tembaga. 

Kekurangan zat-zat pendukung tersebut dapat memengaruhi kemampuan tubuh dalam memproduksi kolagen secara alami.

Seiring bertambahnya usia, produksi kolagen dalam tubuh memang akan menurun secara alami. Namun, gaya hidup tidak sehat, paparan sinar matahari berlebihan, serta pola makan yang kurang seimbang dapat mempercepat proses penurunan tersebut dan memunculkan berbagai tanda pada tubuh.

Peran Kolagen Dalam Menjaga Struktur Tubuh

Kolagen memiliki fungsi penting dalam mempertahankan kekuatan dan elastisitas jaringan tubuh. Pada kulit, kolagen membantu menjaga kekencangan dan kemampuan kulit untuk kembali ke bentuk semula setelah meregang. Pada sendi dan tulang rawan, kolagen berperan sebagai bantalan yang mengurangi gesekan dan menjaga kelenturan gerak.

Selain itu, kolagen juga berkontribusi dalam pembentukan otot dan jaringan ikat yang menopang tubuh. Tanpa kolagen yang cukup, jaringan tubuh menjadi lebih lemah dan rentan mengalami kerusakan akibat aktivitas sehari-hari.

Kebutuhan kolagen tubuh dipengaruhi oleh asupan nutrisi, kondisi kesehatan, serta kebiasaan hidup. Oleh karena itu, menjaga produksi kolagen sejak dini menjadi langkah penting untuk mempertahankan kualitas kesehatan jangka panjang.

Tanda Awal Penurunan Kolagen Pada Kulit Dan Rambut

Mengutip Nulook, salah satu tanda paling umum dari kekurangan kolagen adalah kulit mulai kendur. Penurunan kolagen menyebabkan elastisitas kulit berkurang sehingga muncul garis halus, keriput, dan tampilan kulit yang tampak kusam. Area pipi, leher, dan sekitar mata biasanya menjadi bagian pertama yang menunjukkan perubahan.

Selain itu, garis halus dan kerutan dini dapat semakin terlihat karena kulit kehilangan kemampuan untuk kembali ke bentuk semula setelah meregang. Kulit juga dapat terasa lebih kering dan kasar akibat menurunnya kemampuan menahan kelembapan alami.

Lingkaran hitam di bawah mata juga kerap dikaitkan dengan penurunan kolagen. Kulit di area ini sangat tipis dan bergantung pada kolagen untuk menjaga ketebalannya. Saat kolagen berkurang, pembuluh darah menjadi lebih terlihat sehingga menimbulkan kesan mata cekung atau gelap.

Penurunan kolagen juga memengaruhi struktur kulit secara keseluruhan, termasuk pori-pori yang tampak lebih besar. Struktur kulit yang melemah membuat pori-pori lebih mudah terlihat dan meningkatkan risiko pori tersumbat.

Rambut menipis dan kuku yang mudah rapuh juga dapat menjadi tanda kekurangan kolagen. Kolagen berperan dalam menjaga kekuatan rambut dan kuku, sehingga penurunannya dapat menyebabkan rambut mudah rontok dan kuku lebih mudah patah.

Dampak Kekurangan Kolagen Pada Otot Dan Sendi

Kolagen berperan penting dalam proses regenerasi jaringan. Ketika tubuh kekurangan kolagen, proses penyembuhan luka menjadi lebih lambat. Luka kecil, bekas jerawat, atau iritasi kulit membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih dibandingkan kondisi normal.

Pada sendi, kolagen merupakan komponen utama tulang rawan yang berfungsi sebagai pelindung. Penurunan kolagen dapat menyebabkan sendi terasa kaku dan nyeri, serta meningkatkan risiko osteoartritis akibat ausnya tulang rawan.

Massa otot juga dapat berkurang ketika kolagen menurun. Kolagen membantu mempertahankan struktur dan kekuatan otot. Kekurangannya membuat otot melemah, mengecil, dan berdampak pada penurunan mobilitas tubuh secara bertahap.

Selain itu, kulit yang kekurangan kolagen cenderung menjadi lebih tipis dan sensitif. Kondisi ini membuat kulit lebih mudah memar dan tampak transparan, terutama di area wajah dan tangan.

Faktor Penyebab Dan Upaya Menjaga Kolagen Tubuh

Melansir Fortis Health Care, terdapat beberapa faktor yang dapat mempercepat penipisan kolagen. Produksi kolagen alami mulai menurun sejak usia 20-an dan semakin berkurang seiring bertambahnya usia, terutama pada perempuan setelah menopause.

Pola makan tidak sehat, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol berlebihan, paparan sinar ultraviolet, stres kronis, serta konsumsi gula berlebih juga dapat mempercepat kerusakan kolagen dalam tubuh.

Kekurangan kolagen memang merupakan bagian dari proses penuaan alami. Namun, tanda-tandanya dapat muncul lebih cepat akibat pengaruh gaya hidup dan lingkungan. 

Dengan menerapkan pola makan seimbang, perawatan kulit yang tepat, serta gaya hidup sehat, tubuh tetap dapat menjaga kadar kolagen agar kulit, sendi, dan jaringan tubuh tetap kuat dan sehat lebih lama.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index