JAKARTA — PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI), perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan besar alat laboratorium, farmasi, dan kedokteran, resmi mengumumkan rencana penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO).
Perseroan akan melepas sebanyak 522.857.000 saham atau 30% dari modal ditempatkan dan disetor ke publik.
Dalam masa penawaran awal (book building) yang berlangsung 22–24 Juni 2026, EMMI menetapkan rentang harga Rp 446–Rp 515 per saham.
Dengan demikian, perseroan membidik perolehan dana segar maksimal sebesar Rp 269,27 miliar.
BRI Danareksa Sekuritas dan INA Sekuritas Indonesia bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek dalam aksi korporasi ini.
Kinerja keuangan perseroan menunjukkan pertumbuhan impresif. Sepanjang tahun 2025, EMMI membukukan laba bersih sebesar Rp 32,43 miliar, melonjak 188% dibandingkan Rp 11,25 miliar pada tahun 2024.
Perusahaan ini dipimpin oleh jajaran direksi yang didominasi eksekutif muda, di antaranya Florian Chris Widjaja (Direktur Utama, 40 tahun), Jason Aaron Lie (38 tahun), dan Andrian Matthew Widjaja (32 tahun).
Sesuai jadwal, pencatatan saham perdana EMMI di Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan akan berlangsung pada 8 Juli 2026.