JAKARTA — Kopi telah menjadi bagian dari gaya hidup banyak orang untuk menemani aktivitas sehari-hari.
Meskipun begitu, setiap orang memiliki respons tubuh yang berbeda terhadap kafein. Tubuh setiap orang tak selalu aman saat mengonsumsi kopi.
Lantas, apakah ada kelompok orang yang sebaiknya membatasi minum kopi?
Banyak orang mengonsumsi kopi untuk membantu menjaga konsentrasi dan dipercaya memiliki berbagai manfaat kesehatan.
Namun, bagi sebagian orang, konsumsi kopi berlebihan dapat memicu gangguan tidur, meningkatkan kecemasan, hingga memperburuk masalah kesehatan tertentu.
Berikut daftar orang yang sebaiknya tidak minum kopi karena alasan kesehatan:
Orang yang mudah cemas atau rentan mengalami serangan panik: Kafein bekerja sebagai stimulan yang dapat meningkatkan kewaspadaan.
Namun, pada sebagian orang, efek tersebut justru memicu jantung berdebar, tangan gemetar, sakit kepala, hingga rasa gelisah yang berlebihan.
Konsumsi kopi berlebihan dapat memperparah gejala kecemasan bahkan memicu serangan panik pada beberapa individu.
Penderita gangguan tidur: Kelompok orang yang sebaiknya membatasi minum kopi berikutnya adalah mereka yang mengalami insomnia atau kesulitan tidur.
Kandungan kafein dalam kopi dapat memberikan efek pada tubuh hingga lima sampai enam jam setelah dikonsumsi.
Penderita tekanan darah tinggi: Kafein diketahui dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah dalam jangka waktu sementara.
Meskipun efeknya tidak selalu signifikan pada setiap orang, penderita hipertensi tetap perlu memperhatikan jumlah kopi yang dikonsumsi.
Ibu hamil: Ibu hamil juga termasuk kelompok orang yang sebaiknya tidak minum kopi. Kafein dapat melewati plasenta dan mencapai janin yang sedang berkembang.
Asupan kafein yang terlalu tinggi selama kehamilan dikaitkan dengan risiko berat badan lahir rendah dan gangguan pada kehamilan.
Penderita penyakit jantung: Kafein tidak hanya memengaruhi sistem saraf, tetapi juga dapat meningkatkan aktivitas jantung.
Pada sebagian penderita penyakit jantung, kondisi ini dapat memicu ketidaknyamanan atau memperburuk gejala yang sudah ada.
Penderita GERD atau asam lambung naik: Penderita gastroesophageal reflux disease (GERD) perlu berhati-hati saat mengonsumsi kopi.
Kandungan kafein dapat membuat katup antara lambung dan kerongkongan menjadi lebih rileks sehingga asam lambung lebih mudah naik.
Anak-anak di bawah usia 12 tahun: Anak-anak belum memiliki toleransi yang sama terhadap kafein seperti orang dewasa.
Konsumsi kopi pada usia dini dapat meningkatkan detak jantung, menimbulkan rasa gelisah, mengganggu konsentrasi, serta menyebabkan sakit perut.