JAKARTA — PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui program "Desa Sehat Bebas Stunting" di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Inisiatif ini menyasar empat desa, yakni Desa Sukamanah, Banjarsari, Wanasuka, dan Margamukti.
Program ini merupakan bagian dari aksi "BNI Berbagi" yang bekerja sama dengan Pemerintah Kecamatan Pangalengan dan Puskesmas Sukamanah.
Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menyatakan bahwa program ini menjadi wujud kontribusi nyata perseroan dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui intervensi kesehatan dan gizi.
"Program Desa Sehat Bebas Stunting ini merupakan wujud kontribusi BNI dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya kelompok yang rentan mengalami masalah gizi," ujar Okki dalam keterangan tertulis, Sabtu (20/6/2026).
Bentuk intervensi yang diberikan BNI meliputi:
Paket Makanan Tambahan (PMT): Diberikan kepada 65 anak berisiko stunting selama 52 hari berturut-turut.
Paket Nutrisi: Diberikan kepada 12 ibu hamil dengan kondisi Kekurangan Energi Kronis (KEK) selama 60 hari berturut-turut.
Nutrisi & Tablet Tambah Darah: Diberikan kepada 50 remaja putri sebagai langkah pencegahan sejak dini.
Seluruh rangkaian intervensi berlangsung selama tiga bulan dengan pendampingan dan pemantauan berkala.
Pemilihan Kabupaten Bandung didasarkan pada data SSGI 2024 yang mencatat angka prevalensi stunting sebesar 24,1%, angka yang masih di atas rata-rata Provinsi Jawa Barat.
Selain pemenuhan gizi, program ini bertujuan memperkuat peran posyandu serta meningkatkan edukasi kesehatan keluarga.
BNI menekankan bahwa kolaborasi lintas pihak antara pemerintah, tenaga kesehatan, dunia usaha, dan masyarakat merupakan kunci dalam menciptakan generasi sehat yang mampu mendukung agenda pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.