BSI

BSI Targetkan 10 Juta Pengguna BYOND Pada Tahun 2026

BSI Targetkan 10 Juta Pengguna BYOND Pada Tahun 2026
BSI Targetkan 10 Juta Pengguna BYOND Pada Tahun 2026

JAKARTA - Transformasi digital yang dilakukan PT Bank Syariah Indonesia Tbk terus menunjukkan hasil yang positif. 

Melalui pengembangan berbagai layanan berbasis teknologi, bank syariah terbesar di Indonesia ini berupaya memperluas jangkauan layanan keuangan sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin mengandalkan transaksi digital dalam aktivitas sehari-hari.

Salah satu inovasi utama yang menjadi andalan perusahaan adalah aplikasi mobile banking BYOND by BSI. Sejak diluncurkan, aplikasi ini mendapatkan respons yang sangat baik dari masyarakat, khususnya generasi muda yang semakin terbiasa dengan gaya hidup digital dan transaksi tanpa uang tunai.

Layanan mobile banking PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), yaitu BYOND by BSI, terus menunjukkan pertumbuhan signifikan dan mendapat respons positif, khususnya dari generasi muda yang mengadopsi gaya hidup cashless sejak diluncurkan pada November 2024.

Sebagai informasi, BYOND yang dilaunching akhir 2024 merupakan superapp perbankan digital yang dirancang lebih modern, interaktif, dan menyasar kebutuhan gaya hidup finansial masa kini. 

Dalam waktu satu tahun sejak peluncurannya, pengguna BYOND tumbuh signifikan sebesar 197% secara tahunan (YoY).

Pertumbuhan yang pesat tersebut menjadi indikator bahwa strategi digitalisasi yang dijalankan perusahaan berhasil menarik minat masyarakat untuk menggunakan layanan perbankan berbasis teknologi.

Pertumbuhan Pengguna Aplikasi Mobile Banking

Selain aplikasi BYOND, Bank Syariah Indonesia juga masih mengoperasikan layanan BSI Mobile yang telah lebih dahulu hadir untuk nasabah. Kedua aplikasi tersebut menjadi bagian penting dari ekosistem layanan digital yang dimiliki perusahaan.

Selain BYOND saat ini BSI juga masih mengaktifkan BSI Mobile, aplikasi mobile banking yang telah hadir sebelumnya. Hingga Desember 2025, jumlah pengguna mobile banking BSI telah melampaui 9 juta user, terdiri dari sekitar 6 juta pengguna BYOND dan lebih dari 3 juta pengguna BSI Mobile.

Jumlah pengguna yang terus meningkat menunjukkan bahwa layanan digital semakin menjadi pilihan utama nasabah dalam melakukan berbagai transaksi keuangan. Kemudahan akses serta berbagai fitur yang tersedia menjadi faktor penting yang mendorong adopsi layanan mobile banking.

Pertumbuhan pengguna BYOND juga tidak terlepas dari berbagai inovasi yang terus dikembangkan oleh perusahaan. Pengembangan fitur baru yang relevan dengan kebutuhan masyarakat modern menjadi strategi utama dalam meningkatkan jumlah pengguna.

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo menyampaikan bahwa transformasi digital terbukti efektif dalam meningkatkan kinerja bisnis perseroan.

“Digitalisasi menjadi entry gate dalam memperkenalkan produk dan layanan BSI dengan cara yang mudah, aman, dan inklusif, salah satunya melalui BYOND,” ujarnya.

Inovasi Layanan Digital Dan Tabungan Emas

Transformasi digital yang dijalankan BSI tidak hanya berfokus pada peningkatan jumlah pengguna, tetapi juga pada pengembangan fitur yang memberikan nilai tambah bagi nasabah.

Pertumbuhan pengguna BYOND didorong oleh transformasi digital yang dilakukan BSI melalui pengembangan fitur dan produk inovatif yang adaptif. 

Salah satunya adalah layanan bullion bank berupa Tabungan Emas yang dapat diakses melalui BYOND dengan nominal terjangkau mulai dari Rp50 ribuan.

Fitur ini memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin berinvestasi emas secara praktis melalui aplikasi digital. Dengan nominal yang relatif terjangkau, layanan tersebut mampu menarik minat masyarakat yang ingin memulai investasi dengan cara yang lebih sederhana.

Inovasi ini turut mendorong peningkatan pengguna Tabungan Emas menjadi lebih dari 530 ribu nasabah, atau tumbuh 417% (YoY). Selain layanan E-mas, BSI juga terus mengembangkan fitur di dalam aplikasi termasuk di bidang ekosistem haji dan umrah.

Melalui berbagai layanan tersebut, BYOND tidak hanya berfungsi sebagai aplikasi transaksi perbankan, tetapi juga menjadi platform yang mendukung berbagai kebutuhan finansial dan spiritual nasabah.

Ekosistem Digital Terintegrasi BSI

Untuk memperkuat layanan digitalnya, BSI terus mengembangkan berbagai kanal dan ekosistem yang saling terintegrasi. Infrastruktur digital yang kuat menjadi fondasi penting dalam mendukung pertumbuhan layanan perbankan berbasis teknologi.

Saat ini, BSI telah memiliki ekosistem e-channel yang lengkap dan terintegrasi, meliputi BSI Call 14040, sekitar 6.000 ATM/CRM, BYOND, BEWIZE untuk cash management institusi, BSI Net, jaringan BSI Agen yang telah mencapai lebih dari 126 ribu agen di seluruh Indonesia, serta layanan remitansi di berbagai negara.

Melalui BYOND, nasabah dapat mengakses berbagai layanan secara praktis, mulai dari pembukaan rekening, investasi emas, pembiayaan, hingga fitur sosial dan spiritual seperti ZISWAF, lokasi masjid, dan arah kiblat. Selain itu, layanan pembukaan tabungan haji dengan setoran awal Rp100 ribu juga menjadi salah satu fitur yang diminati.

Dalam setahun terakhir, jumlah pengguna tabungan haji melalui BYOND meningkat 108% (YoY) menjadi sekitar 380 ribu nasabah. Berbagai inovasi tersebut turut mendorong peningkatan transaksi BYOND yang mencapai lebih dari 730 juta transaksi, tumbuh 52% (YoY), dengan nilai transaksi menembus sekitar Rp820 triliun atau meningkat 48% secara tahunan.

Anggoro menambahkan, pada tahun 2026 BSI optimistis dapat mencapai lebih dari 10 juta pengguna mobile banking, didukung oleh strategi transformasi digital yang terintegrasi antar kanal dan ekosistem.

Sejalan dengan visi menjadi The Best Digital Sharia Bank in the World, BSI terus memperkuat kapabilitas digital melalui pengembangan berbagai platform, seperti mobile banking (BYOND dan BSI Mobile), internet banking (BSI Net), BSI Merchant App, Banking as a Service (BaaS), Open API, serta Cash Management System (BEWIZE), yang didukung oleh penguatan teknologi, produk, distribusi, dan analitik data.

Upaya ini diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan keuangan syariah sekaligus meningkatkan pengalaman nasabah dalam menggunakan layanan perbankan digital.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index