JAKARTA - Perusahaan teknologi dan media di Indonesia terus menunjukkan perkembangan pesat seiring meningkatnya aktivitas ekonomi digital.
Pertumbuhan sektor ini turut mendorong kinerja sejumlah emiten yang bergerak di bidang teknologi, media, dan layanan digital. Salah satu perusahaan yang mencatatkan peningkatan kinerja signifikan adalah PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK).
Sepanjang tahun 2025, perusahaan berhasil mencatatkan lonjakan pendapatan yang cukup besar dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini didorong oleh berbagai lini bisnis yang semakin berkembang, termasuk layanan digital, media, serta berbagai layanan penunjang lainnya yang menjadi bagian dari ekosistem bisnis perusahaan.
Selain peningkatan pendapatan, perusahaan juga mencatatkan lonjakan laba yang sangat signifikan. Kinerja ini memperlihatkan bahwa strategi bisnis yang dijalankan mampu menghasilkan pertumbuhan yang kuat di tengah dinamika industri teknologi dan media.
Emtek sendiri merupakan salah satu emiten teknologi yang memiliki portofolio bisnis luas di Indonesia. Perusahaan ini juga dikenal sebagai bagian dari portofolio investasi pengusaha Anthoni Salim, sementara kendali perusahaan berada di tangan Eddy K Sariaatmadja.
Pertumbuhan Pendapatan Dari Berbagai Lini Usaha
PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) atau Emtek membukukan pendapatan atau omzet Rp 19,11 triliun sepanjang tahun 2025. Angka ini melonjak 56,3% dibandingkan pendapatan pada tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 12,23 triliun.
Lonjakan pendapatan emiten portofolio Anthoni Salim ini ditopang adanya jasa dan penjualan barang digital yang mencapai Rp 5,63 triliun pada tahun lalu. Menariknya, pada tahun 2024 item pendapatan tersebut belum tercatat dalam laporan keuangan perusahaan.
Selain kontribusi dari layanan digital, sejumlah lini usaha lain juga memberikan kontribusi penting terhadap total pendapatan perusahaan sepanjang tahun 2025.
Pendapatan dari iklan neto tercatat sebesar Rp 4,9 triliun. Sementara itu, jasa pergudangan, penunjang penerbangan, katering, serta perbengkelan pesawat udara memberikan kontribusi sebesar Rp 3,25 triliun.
Pendapatan dari sektor kesehatan dan rumah sakit juga memberikan kontribusi signifikan dengan nilai sebesar Rp 2,58 triliun. Selain itu, jasa berlangganan tercatat sebesar Rp 1,22 triliun.
Kontribusi lainnya berasal dari jasa VSAT, perbaikan, perawatan, serta dukungan teknis yang mencapai Rp 469,86 miliar. Penjualan barang tercatat sebesar Rp 212,21 miliar, sementara pendapatan lain-lain mencapai Rp 807,29 miliar.
Keberagaman sumber pendapatan tersebut menunjukkan bahwa perusahaan memiliki ekosistem bisnis yang cukup luas dan saling terintegrasi.
Pergerakan Biaya Dan Laba Operasional
Seiring dengan meningkatnya aktivitas bisnis perusahaan, sejumlah komponen biaya juga mengalami peningkatan sepanjang tahun 2025. Hal ini terutama terlihat pada beban pokok pendapatan yang mengalami kenaikan cukup signifikan.
Beban pokok pendapatan EMTK tercatat sebesar Rp 14,06 triliun, meningkat dari Rp 8,16 triliun pada tahun sebelumnya.
Meski beban meningkat, perusahaan tetap mampu mencatatkan pertumbuhan laba kotor yang positif. Laba kotor perusahaan tercatat sebesar Rp 5,05 triliun pada tahun 2025, meningkat dibandingkan Rp 4,06 triliun pada tahun sebelumnya.
Dari sisi operasional, perusahaan mencatat laba usaha sebesar Rp 1,20 triliun sepanjang tahun lalu.
Kinerja operasional ini menunjukkan bahwa perusahaan masih mampu mempertahankan profitabilitas meskipun biaya operasional turut meningkat seiring dengan ekspansi bisnis yang dilakukan.
Kontribusi Investasi Terhadap Lonjakan Laba
Lonjakan laba perusahaan tidak hanya berasal dari aktivitas operasional, tetapi juga dari keuntungan investasi yang memberikan kontribusi signifikan terhadap kinerja keuangan.
Perusahaan mencatat laba atas investasi neto sebesar Rp 3,89 triliun. Keuntungan investasi tersebut memberikan dampak besar terhadap peningkatan laba perusahaan secara keseluruhan.
Dengan tambahan keuntungan tersebut, laba sebelum pajak penghasilan perusahaan tercatat mencapai Rp 9,49 triliun.
Kontribusi dari investasi ini menunjukkan bahwa strategi perusahaan dalam mengelola portofolio bisnis dan investasinya mampu memberikan nilai tambah bagi kinerja keuangan.
Pendekatan diversifikasi bisnis yang dilakukan perusahaan juga membantu memperkuat sumber pendapatan di luar aktivitas operasional utama.
Lonjakan Laba Bersih Dan Struktur Kepemilikan
Kinerja perusahaan semakin terlihat dari lonjakan laba bersih yang sangat signifikan sepanjang tahun 2025.
Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 6,78 triliun pada tahun 2025.
Capaian tersebut melonjak lebih dari 360% dibandingkan tahun 2024 yang mencatat laba sebesar Rp 1,47 triliun.
Lonjakan laba ini mencerminkan kombinasi antara pertumbuhan pendapatan operasional, kontribusi investasi, serta pengembangan berbagai lini bisnis dalam ekosistem perusahaan.
Emtek sendiri merupakan perusahaan yang dikendalikan oleh Eddy K Sariaatmadja.
Sementara itu, pengusaha Anthoni Salim juga tercatat sebagai salah satu pemegang saham perusahaan dengan kepemilikan sebesar 8,97% saham EMTK.
Struktur kepemilikan tersebut menunjukkan bahwa perusahaan memiliki dukungan dari investor besar yang memiliki pengalaman panjang di dunia bisnis.
Dengan pertumbuhan pendapatan yang kuat serta lonjakan laba yang signifikan, perusahaan menunjukkan kemampuan untuk memanfaatkan peluang di sektor teknologi dan digital yang terus berkembang.
Ke depan, perkembangan ekosistem digital serta diversifikasi bisnis yang dimiliki Emtek diperkirakan akan terus menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan perusahaan di industri teknologi dan media di Indonesia.