Waste to Energy

Peluang Kolaborasi SMI Danantara Dorong Proyek Waste to Energy Nasional

Peluang Kolaborasi SMI Danantara Dorong Proyek Waste to Energy Nasional
Peluang Kolaborasi SMI Danantara Dorong Proyek Waste to Energy Nasional

JAKARTA - Upaya mencari solusi terhadap persoalan sampah perkotaan di Indonesia terus dilakukan oleh berbagai pihak. Salah satu langkah yang mulai mengemuka adalah pengembangan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik atau Waste to Energy (WtE). 

Skema ini dinilai mampu menjawab dua persoalan sekaligus, yakni penanganan sampah yang semakin mendesak serta kebutuhan energi yang terus meningkat. 

Dalam konteks tersebut, peluang kolaborasi antara PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dengan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara mulai terbuka sebagai bagian dari pengembangan proyek tersebut.

Direktur Utama PT SMI Reynaldi Hermansjah mengungkapkan bahwa kerja sama antara kedua lembaga tersebut sangat memungkinkan dilakukan, terutama dalam rangka mempercepat penyelesaian persoalan pengelolaan sampah di berbagai wilayah Indonesia. Menurutnya, kolaborasi lintas lembaga menjadi salah satu kunci agar proyek-proyek strategis seperti Waste to Energy dapat berjalan lebih efektif dan berdampak luas.

Ia menegaskan bahwa potensi kerja sama tersebut masih berada pada tahap peluang yang terbuka. Meski belum ada pembahasan detail mengenai proyek tertentu, PT SMI memandang sektor pengolahan sampah menjadi energi sebagai bidang yang sangat relevan untuk dikerjakan bersama Danantara.

Peluang Kolaborasi Pengembangan Waste to Energy

Direktur Utama PT SMI Reynaldi Hermansjah mengatakan kolaborasi tersebut berpotensi dilakukan sebagai bagian dari upaya Perseroan menyelesaikan persoalan pengelolaan sampah yang kian mendesak di berbagai daerah.

"Saya rasa tidak menutup kemungkinan kita bisa berkolaborasi dengan Danantara dalam konteks untuk menyelesaikan permasalahan sampah di Indonesia," kata Reynaldi.

Meski demikian, ia menegaskan hingga saat ini belum ada target waktu maupun proyek spesifik yang bakal digarap bersama.

"Kita belum ada spesifik target kapan, tapi sektor ini saya rasa sangat bisa kita bekerja sama (dengan Danantara)," ujarnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa sektor pengelolaan sampah menjadi energi memiliki prospek besar untuk menjadi ruang kerja sama strategis. PT SMI sebagai lembaga pembiayaan pembangunan infrastruktur memiliki pengalaman dalam mendukung berbagai proyek nasional, sementara Danantara berperan sebagai pengelola investasi yang memiliki kapasitas pendanaan besar.

Kolaborasi keduanya diharapkan dapat mempercepat implementasi proyek Waste to Energy di berbagai kota yang saat ini menghadapi persoalan penumpukan sampah.

Program Nasional Pengolahan Sampah Menjadi Energi

Sebagaimana diketahui, program WtE merupakan inisiatif nasional untuk mengolah sampah perkotaan menjadi energi listrik. Program ini dirancang sebagai solusi terhadap kondisi darurat sampah di berbagai kota sekaligus mendukung ketahanan energi nasional.

Melalui teknologi pengolahan modern, sampah yang sebelumnya menjadi beban lingkungan dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi baru. Dengan demikian, proyek Waste to Energy tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga memberikan nilai tambah berupa produksi listrik.

Inisiatif ini juga dinilai penting untuk memperbaiki sistem pengelolaan sampah perkotaan yang selama ini masih bergantung pada tempat pembuangan akhir. Tanpa inovasi teknologi, kapasitas tempat pembuangan tersebut semakin terbatas seiring meningkatnya jumlah sampah dari aktivitas masyarakat.

Karena itu, pengembangan fasilitas Waste to Energy menjadi salah satu strategi pemerintah untuk menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan sekaligus ramah lingkungan.

Rencana Pengembangan Proyek Di Berbagai Kota

Dalam pelaksanaannya, Danantara menargetkan pembangunan proyek WtE di 33 lokasi di Indonesia.

CEO Danantara Roesan Roeslani menyatakan pihaknya akan segera mengumumkan perusahaan pemenang tender proyek waste to energy tahap pertama di empat kota, yakni Denpasar, Bekasi, Bogor, dan Yogyakarta.

Pengumuman pemenang proyek tersebut dijadwalkan pada Maret 2026. Setelah tahap pertama di empat kota tersebut, Danantara juga berencana membuka tender proyek WtE di sembilan kota lainnya pada April 2026 atau setelah Lebaran.

Rencana tersebut menunjukkan bahwa pengembangan proyek pengolahan sampah menjadi energi akan dilakukan secara bertahap. Tahap awal difokuskan pada sejumlah kota yang dinilai memiliki kebutuhan mendesak terhadap solusi pengelolaan sampah.

Ke depan, program ini diharapkan dapat diperluas ke berbagai daerah lain sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara lebih merata.

Peran Pembiayaan Infrastruktur Dan Obligasi SMI

Di sisi lain, PT SMI mencatat total nilai proyek yang telah dibiayai hingga 2025 mencapai Rp1.183 triliun. Dari jumlah tersebut, sebanyak 129 proyek merupakan bagian dari proyek strategis nasional (PSN).

Capaian tersebut menunjukkan peran penting PT SMI dalam mendukung pembangunan infrastruktur di berbagai sektor, mulai dari transportasi, energi, hingga pengelolaan lingkungan. Dukungan pembiayaan dari lembaga ini menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan proyek pembangunan dapat berjalan sesuai rencana.

Selain pembiayaan proyek, SMI juga terus memperkuat sumber pendanaan melalui berbagai instrumen keuangan.

Selain itu, SMI turut menawarkan Obligasi Ritel Infrastruktur PT SMI (ORIS) dengan target indikasi penghimpunan dana hingga Rp300 miliar. Instrumen ini merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Keberlanjutan I PT SMI Tahap II Tahun 2026.

Melalui instrumen obligasi tersebut, masyarakat memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dalam pembiayaan pembangunan infrastruktur nasional. Dana yang terkumpul nantinya akan digunakan untuk mendukung berbagai proyek pembangunan yang berorientasi pada keberlanjutan.

Dengan kombinasi pembiayaan inovatif dan potensi kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Danantara, PT SMI diharapkan dapat semakin memperkuat kontribusinya dalam menghadirkan solusi infrastruktur yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index