OJK

OJK Sebut Penurunan Suku Bunga Kredit Picu Pertumbuhan Ekonomi

OJK Sebut Penurunan Suku Bunga Kredit Picu Pertumbuhan Ekonomi
OJK Sebut Penurunan Suku Bunga Kredit Picu Pertumbuhan Ekonomi

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan, Dian Ediana Rae, mengungkapkan bahwa suku bunga kredit perbankan Indonesia kini telah mengalami penurunan yang signifikan, mencapai kisaran 8 persen setelah sebelumnya berada di atas 9 persen. 

Penurunan ini dianggap sebagai langkah positif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia, dengan harapan bisa memicu permintaan pinjaman yang lebih tinggi dan merangsang konsumsi masyarakat.

Tren Penurunan Suku Bunga Kredit yang Positif

Dian Ediana Rae menegaskan bahwa penurunan suku bunga kredit ke level 8 persen merupakan tanda bahwa kondisi perekonomian perbankan semakin stabil. 

"Suku bunga kredit sekarang sudah turun dengan cukup signifikan, mendekati 8 persen dari sebelumnya di atas 9 persen," ujar Dian.

Data Bank Indonesia (BI) mencatat bahwa penurunan tersebut tercatat sekitar 40 basis poin (bps) dari angka 9,20 persen pada awal 2025 menjadi 8,80 persen pada Januari 2026. Penurunan suku bunga ini tentu saja memberikan angin segar bagi pelaku usaha dan masyarakat yang membutuhkan akses pembiayaan.

Faktor Penyebab Penurunan Bunga Kredit

Salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap penurunan suku bunga kredit ini adalah penempatan dana sebesar Rp200 triliun oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ke sistem perbankan. 

Penempatan dana tersebut memberikan dampak besar terhadap likuiditas perbankan, yang kemudian membantu menurunkan suku bunga kredit.

"Penempatan dana SAL oleh pemerintah menambah likuiditas, yang tentu saja turut menurunkan tingkat suku bunga. Semakin banyak likuiditas yang tersedia, persaingan antarbank untuk menarik dana menjadi lebih ketat, dan akhirnya suku bunga kredit bisa turun," jelas Dian. 

Ia juga menambahkan bahwa kebijakan ini memberikan efek positif terhadap struktur suku bunga yang lebih sehat dan berkeadilan.

Upaya Pemerintah Mengatur Praktik Pemberian Suku Bunga Khusus

Selain penempatan dana pemerintah, Dian juga menjelaskan bahwa OJK dan pemerintah tengah berfokus untuk mengurangi praktik pemberian suku bunga khusus (special rate) oleh lembaga pemerintah dan BUMN. Beberapa lembaga ini sebelumnya sering melakukan negosiasi tingkat bunga di luar kebijakan umum pasar.

Langkah ini penting untuk menciptakan struktur suku bunga yang lebih efisien dan terjangkau bagi masyarakat serta dunia usaha. Dian mengatakan bahwa dengan adanya pengaturan ini, diharapkan suku bunga kredit yang lebih sehat dan merata dapat tercipta di pasar.

"Kami ingin menekan praktik pemberian suku bunga khusus yang tidak adil dan menciptakan pasar yang lebih efisien," tambahnya.

Penurunan Suku Bunga Kredit Dorong Ekonomi

Dian berharap dengan turunnya suku bunga kredit, permintaan pinjaman baik untuk konsumsi pribadi maupun untuk kegiatan usaha akan semakin meningkat. Hal ini diharapkan dapat merangsang perekonomian Indonesia, memperkuat konsumsi domestik, dan mendorong pertumbuhan sektor riil.

Penurunan bunga kredit diperkirakan juga akan memberikan efek berantai pada perekonomian. Dengan biaya kredit yang lebih rendah, pelaku usaha akan lebih mudah dalam melakukan investasi dan ekspansi. Konsumen juga akan lebih tertarik untuk menggunakan pinjaman untuk berbagai kebutuhan, yang akan memacu pertumbuhan sektor konsumsi.

"Suku bunga kredit yang lebih rendah akan menjadi insentif bagi masyarakat untuk memanfaatkan pinjaman, baik itu untuk konsumsi atau untuk keperluan investasi. Ini tentu akan semakin menggeliatkan perekonomian Indonesia," ujarnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index