Kelola 4,11 Juta Hektare Aset, Agrinas Palma Raih Surplus Rp2,86 T

Minggu, 12 Juli 2026 | 14:27:32 WIB
Agrinas Palma Bukukan Surplus Operasional Rp2,86 T dari Aset Negara [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) mencatat surplus operasional sebesar Rp2,86 triliun dalam pengelolaan aset perkebunan selama Tahun Buku 2025. Perolehan tersebut seiring dengan bertambahnya penugasan dari pemerintah, yang kini membuat perseroan bertanggung jawab mengelola sekitar 4,11 juta hektare aset perkebunan milik negara. 

Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara, Mohammad Abdul Ghani, menegaskan bahwa surplus ini merupakan hasil dari pelaksanaan mandat pemerintah dalam pengelolaan aset, bukan berasal dari laba kegiatan usaha komersial perseroan. Menurutnya, capaian ini menjadi pijakan strategis bagi Agrinas untuk memperkuat peran sebagai pengelola aset perkebunan negara yang menciptakan nilai tambah sekaligus mendukung keberlanjutan.

"Pencapaian ini menjadi fondasi penting bagi APN untuk terus memperkuat peran sebagai pengelola aset perkebunan negara yang mampu menciptakan nilai tambah sekaligus memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi negara dan masyarakat," ujar Abdul Ghani dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (12/7/2026).

Selain menjalankan penugasan tersebut, Agrinas juga mencatatkan laba bersih sebesar Rp27,9 miliar yang bersumber dari lini bisnis komersial, yakni jasa konsultansi konstruksi. Dengan demikian, perseroan kini menjalankan peran ganda: mengelola aset perkebunan negara sesuai mandat pemerintah serta menjaga kinerja usaha melalui lini bisnis korporasi. 

Sepanjang tahun 2025, luas areal yang dikelola meningkat signifikan dari 1,7 juta hektare menjadi 4,11 juta hektare, di mana sekitar 730.000 hektare di antaranya merupakan kebun kelapa sawit produktif. Skala ini menjadikan Agrinas salah satu pengelola aset perkebunan terbesar di Indonesia.

Abdul Ghani menjelaskan bahwa transformasi perusahaan kini berorientasi pada peningkatan produktivitas serta penerapan prinsip keberlanjutan melalui penguatan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG).

"Transformasi yang kami jalankan berfokus pada pengelolaan perkebunan yang produktif, ramah lingkungan, dan ramah sosial. Kami meyakini bahwa pengelolaan aset yang didukung tata kelola yang baik, penerapan praktik perkebunan berkelanjutan, serta kemitraan yang harmonis dengan masyarakat akan menghasilkan manfaat yang optimal," katanya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Agrinas menjalankan berbagai program strategis, mulai dari penguatan legalitas aset, peningkatan sistem pengamanan, penyempurnaan tata kelola, hingga pengembangan kapasitas sumber daya manusia. Selain itu, perseroan juga memperluas kemitraan dengan petani dan koperasi melalui penerapan Good Agricultural Practices (GAP) serta hilirisasi komoditas pangan prioritas.

Terkini