Kementerian ESDM Rilis HIP Juli 2026: Harga Bioetanol Melambung

Selasa, 07 Juli 2026 | 22:44:01 WIB
Harga Bioetanol Juli 2026 Melonjak Jadi Rp10.933 per Liter [FOTO: NET].

JAKARTA — Jajaran Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merilis ketetapan harga indeks pasar (HIP) untuk komoditas bahan bakar nabati (BBN) klasifikasi biodiesel beserta bioetanol untuk periode Juli 2026. Berdasarkan data tersebut, nilai jual biodiesel mengalami penurunan, sedangkan grafik harga bioetanol justru melonjak tajam.

Secara lebih rinci, patokan HIP biodiesel untuk Juli 2026 diputuskan di angka Rp14.562 per liter belum termasuk ongkos angkut. Nilai ini tercatat menyusut jika dibandingkan dengan besaran HIP biodiesel pada Juni lalu yang menyentuh Rp14.643 per liter di luar ongkos angkut.

Sementara itu, untuk nilai konversi bahan baku minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) menjadi komoditas biodiesel dipatok sebesar US$85 per metrik ton pada posisi Mei 2026 ini. Besaran nominal tersebut dilaporkan masih stagnan atau tidak mengalami perubahan semenjak periode Desember 2025 yang lalu.

Adapun kalkulasi besaran HIP BBN jenis biodiesel yang dimaksud disesuaikan berdasarkan regulasi Diktum Kesatu Keputusan Menteri ESDM Nomor 3.K/EK.05/DJE/2024 perihal Harga Indeks Pasar Bahan Bakar Nabati Jenis Biodiesel yang Dicampurkan ke Dalam Bahan Bakar Minyak Jenis Minyak Solar, serta perhitungan komponen Ongkos Angkut yang menyandarkan diri pada regulasi Lampiran I Keputusan Menteri ESDM Nomor 290.K/EK.05/MEM.E/2025.

Jika dibedah lebih dalam, besaran nilai HIP BBN biodiesel didapatkan melalui pemanfaatan formula hitung, yaitu HIP = (harga CPO KPB rata-rata + US$85 per ton) x 870 kg per m³ + ongkos angkut. Dalam rumus ini, angka 870 kg per m³ berperan selaku faktor satuan pengubah dari ukuran kilogram menuju liter. Kemudian untuk proses penyetaraan nilai mata uang asing atau kurs, digunakan acuan dari rata-rata kurs tengah Bank Indonesia yang berada pada posisi Rp17.895 per US$.

Di sisi lain, besaran HIP bioetanol ditetapkan berada di angka Rp10.933 per liter untuk periode Juli 2026. Patokan harga tersebut melambung tinggi bila disandingkan dengan perolehan HIP bioetanol pada bulan Juni 2026 yang hanya berada di kisaran Rp8.062 per liter.

Formulasi penghitungan nilai HIP BBN bioetanol tersebut memakai rumus baku yang telah disahkan, yakni HIP = (harga tetes tebu KPB rata-rata jangka waktu 3 bulan x 4,125 kg per liter) + US$0,25 per liter. Nilai rata-rata untuk harga tetes tebu KPB pada kurun waktu (15 Desember 2025 - 14 Juni 2026) dipatok senilai Rp1.568 per kg.

Selanjutnya, angka 4,125 kg per liter bertindak sebagai faktor dari satuan konversi ukuran kilogram ke satuan liter. Sementara itu, besaran US$0,25 per liter merupakan representasi nilai konversi dari materi bahan baku untuk diproses menjadi produk bioetanol. Adapun guna menyetarakan nilai kurs mata uang, digunakan acuan berupa nilai rata-rata kurs tengah Bank Indonesia pada posisi Rp17.853 per US$.

Terkini