Perkuat Swasembada Pangan, Mentan Amran Fokus Kembangkan Lahan di Papua

Sabtu, 04 Juli 2026 | 18:56:01 WIB
Mentan Amran Percepat Cetak 137 Ribu Hektare Sawah di Tanah Papua [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengawal langsung pelaksanaan program perluasan sawah serta optimalisasi lahan seluas 137 ribu hektare di Tanah Papua demi memperkuat kemandirian pangan dan taraf hidup masyarakat.

Kegiatan penanaman padi menggunakan teknologi pertanian terkini seperti drone dilaksanakan bersama para petani di Desa Waninggap Kai, Kecamatan Semangga, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Sabtu.

"Seluruh program cetak sawah dan optimalisasi lahan yang kini berjalan di Papua Selatan sepenuhnya diperuntukkan bagi masyarakat, khususnya putra-putri asli Papua, sebagai bagian dari percepatan swasembada pangan nasional," kata Mentan di Merauke.

Papua kini menjadi kawasan utama bagi pengembangan sektor pangan nasional. Hingga tahun 2026, pemerintah telah mengerjakan 83.030 hektare pembukaan sawah baru dan 54.399 hektare optimalisasi lahan di seluruh wilayah Papua.

Merauke di Papua Selatan menjadi pusat pengembangan terbesar dengan rincian 48.934 hektare sawah baru dan 53.499 hektare optimalisasi lahan, yang mencakup hampir 100 ribu hektare kawasan produksi pangan.

Sementara itu, pengembangan di wilayah lain meliputi Papua sebanyak 24.248 hektare, Papua Barat Daya 4.675 hektare, Papua Barat 3.373 hektare, serta Papua Pegunungan 2.000 hektare. Besarnya minat masyarakat tampak dari tingginya permintaan pembukaan sawah baru di berbagai daerah Papua.

Mentan menegaskan program tersebut tidak mengambil hak masyarakat, melainkan dibangun untuk meningkatkan kesejahteraan petani serta masyarakat adat Papua.

“Program ini milik rakyat, milik masyarakat putra daerah Papua. Jangan ada yang mengatasnamakan masyarakat mengatakan tidak setuju, karena faktanya setelah program berjalan pendapatan masyarakat naik hingga 300 persen. Bahkan sekarang masyarakat justru meminta tambahan cetak sawah,” tegas Amran.

Ia menyatakan pemerintah akan terus melanjutkan pengembangan kawasan pangan di Papua sesuai kebutuhan warga. Bahkan, saat menerima laporan adanya kendala pasokan solar bagi operasional pertanian, Mentan Amran langsung berkoordinasi dengan pihak Pertamina agar kebutuhan petani dapat segera terpenuhi.

“Begitu mendapat laporan kekurangan solar, kami langsung berkoordinasi dengan Pertamina dan kuotanya siap ditambah. Yang penting kebutuhan petani terpenuhi agar aktivitas di lapangan tidak terganggu,” ujarnya.

Program pertanian di Merauke juga telah membuahkan hasil nyata. Indeks pertanaman meningkat dari 1,05 menjadi 1,82–2,00, disertai lonjakan produktivitas padi. Produksi beras, luas lahan panen, serta pendapatan petani terus menunjukkan peningkatan.

Mentan mengatakan pemerintah tidak hanya membuka lahan sawah baru, tetapi juga membangun ekosistem pertanian modern lewat penyediaan alat mesin pertanian, benih unggul, irigasi, brigade pangan, hingga pendampingan intensif bagi petani.

“Sekarang petani Merauke sudah mampu mengoperasikan alat pertanian modern. Teknologi yang digunakan negara-negara maju kini juga digunakan di Papua untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani,” katanya.

Mentan Amran menegaskan pemerintah akan terus memperluas kawasan pangan di Papua sebagai bagian dari strategi memperkuat swasembada pangan nasional. Menurutnya, seluruh program tersebut dibangun agar manfaatnya kembali kepada masyarakat Papua sebagai pemilik tanah dan pelaku utama pembangunan pertanian.

Sementara itu, Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo mengatakan Merauke menjadi tulang punggung pengembangan pangan di Tanah Papua. Dari sekitar 84 ribu hektare program cetak sawah di Tanah Papua, lebih dari 48 ribu hektare berada di Kabupaten Merauke. Hal serupa berlaku untuk optimalisasi lahan, di mana sekitar 53 ribu hektare dari total 54 ribu hektare berlokasi di Merauke.

“Lebih dari separuh program cetak sawah di Tanah Papua dan hampir seluruh program optimalisasi lahan berada di Merauke. Ini menunjukkan Merauke menjadi pusat pengembangan pangan di Tanah Papua,” ujarnya.

Ia menegaskan Pemerintah Provinsi Papua Selatan siap mendukung seluruh Proyek Strategis Nasional, khususnya di bidang pangan, sebagai perwujudan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat stabilitas ekonomi dan ketahanan pangan nasional.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Menteri Pertanian karena program ini memberi manfaat besar bagi ekonomi masyarakat. Kami siap mendukung penuh agar Papua Selatan menjadi lumbung pangan, bahkan ke depan mampu menjadi pengekspor beras,” katanya.

Terkini