Wamenkes Dukung Riset PCR TBC RSUP Persahabatan Jadi Produk Nasional

Kamis, 02 Juli 2026 | 17:43:02 WIB
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Benjamin Paulus Octavianus. [Foto: via Liputan6.com]

JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan pihaknya siap menyokong penelitian mengenai PCR TBC sekaligus penguatan sumber daya manusia oleh Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan demi memperluas jangkauan skrining dan mewujudkan eliminasi TBC di tingkat nasional.

"Kami ingin mendukung programnya dalam penelitian. Mana yang berdampak produksinya harus jadi produksi nasional. Tadi kalau PCR TBC sudah bisa, kenapa kami gak support?" kata Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus dalam kunjungannya ke RS tersebut di Jakarta, Kamis (2/7/2026).

Wamenkes memaparkan bahwa RSUP Persahabatan memelopori rentetan riset yang bernilai positif.

Ia mengimbau agar manajemen RS menetapkan riset unggulan mereka, utamanya yang sanggup mendongkrak mutu serta volume produksi di dalam negeri, dan pemerintah bakal memformulasikan anggaran penelitiannya.

"Kalau itu sudah selesai tahun ini, tahun depan kami pake buat piloting. Misalnya di 2 atau 3 provinsi secara masif PCR dari RS Persahabatan," kata Wamenkes Benjamin Paulus Octavianus.

Ia berpendapat, kini telah tiba waktunya untuk berkonsentrasi mematangkan produk-produk kesehatan dalam negeri agar mempunyai standar kualitas berskala global. 

Ia memberi contoh Universitas Andalas (Unand) yang telah menuntaskan riset mengenai Tes Interferon-Gamma Release Assay (IGRA), yakni metode untuk mendeteksi penularan TBC laten.

Ia memandang langkah tersebut selaras dengan agenda kerja Presiden Prabowo Subianto, yaitu penghapusan TBC secara nasional.

Di samping program riset tersebut, ia mengutarakan bahwa RSUP Persahabatan pun bertindak sebagai wadah pendidikan dokter spesialis paru Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), yang mencetak berkisar 25 persen ahli paru di tingkat nasional.

Wamenkes mengemukakan bahwa SDM tersebut merupakan bagian dari pilar kekuatan nasional dalam penanggulangan TBC. 

"Indonesia juga punya SDM yang bagus. Kami buktikan dengan penelitian lalu kerja sama," katanya.

Demi menuntaskan persoalan TBC, pihaknya juga bakal menyokong pengadaan fasilitas kesehatan terbaik bagi RSUP Persahabatan supaya RS ini mampu menjelma sebagai pusat terapi respirasi terdepan di tingkat dunia.

Di momen tersebut ia menambahkan bahwa pada tahun 2025 tracing pasien TBC telah menjangkau sebanyak 867 ribu orang, dan sepanjang tahun 2026 ini pergerakannya sudah mencakup hampir 400 ribu orang.

Terkini