Soft Life: Gaya Hidup Minimal Stres yang Makin Diminati Masyarakat

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:00:32 WIB
Mengenal Soft Life, Gaya Hidup Utamakan Ketenangan yang Kian Tren [FOTO: NET].

JAKARTA : Bila dahulu bekerja tiada henti demi mengejar kesuksesan kerap dinilai sebagai parameter hidup yang ideal, sekarang kian banyak individu memilih meniti kehidupan yang lebih damai.

 Peralihan ini populer dengan sebutan “soft life”, sebuah gaya hidup yang memprioritaskan kesejahteraan, ketenangan, serta keseimbangan ketimbang produktivitas tanpa jeda.

Menukil artikel Forbes, psikolog Mark Travers memaparkan kendati istilah soft life menjadi tren di media sosial, gaya hidup ini merefleksikan perubahan sudut pandang masyarakat atas arti kesuksesan, utamanya di tengah menanjaknya kesadaran akan krusialnya kesehatan mental serta kualitas hidup.

Meninggalkan budaya kerja tanpa henti

Soft life mula-mula populer lewat komunitas kreator konten di Nigeria, seperti Sisi Yemmie (@sisiyemmie), sebelum pada akhirnya beredar luas melalui media sosial. 

Gaya hidup ini memacu seseorang untuk tidak lagi merasa wajib terus memeras keringat demi memenuhi pakem kesuksesan yang dikonstruksikan oleh masyarakat.

Semangat soft life bertolak belakang dengan budaya hustle culture atau rise and grind yang selama ini lekat dengan bekerja terus-menerus demi memburu pencapaian serta materi. 

Mark menjabarkan kian banyak orang mulai insaf bahwa kehidupan yang baik tidak selamanya dipatok oleh besarnya pemasukan ataupun status sosial. Rasa bahagia serta kepuasan yang dinikmati sehari-hari pun memiliki andil.

Hal itu juga tecermin dalam jajak pendapat KeyBank yang memperlihatkan 72 persen responden lebih memilih mengartikan kesuksesan lewat kacamata soft life yang menitikberatkan kebahagiaan dan pemenuhan hidup. Sementara itu, 54 persen responden menilai budaya hustle berisiko memicu burnout.

Self-care menjadi bagian dari gaya hidup

Gaya hidup yang lebih relaks ini mengajak seseorang lebih mengindahkan kesehatan mental maupun fisik lewat kebiasaan self-care yang diterapkan secara konsisten.

"Kesehatan mental dan fisik menjadi prioritas melalui rutinitas self-care dan aktivitas yang membawa kebahagiaan maupun relaksasi," tulisnya.

Mark juga merujuk pada ulasan sistematis tahun 2023 yang mendapati beberapa wujud self-care yang paling berfaedah untuk anak muda, layaknya mengasah kesadaran diri, berwelas asih pada diri sendiri, memelihara kesehatan fisik, serta membentuk lingkaran sosial yang suportif.

Bukan menghindari pekerjaan, tetapi membangun batasan

Salah satu kaidah utama soft life ialah menentukan batas yang gamblang antara pekerjaan dan kehidupan personal. Menurut Mark, hal itu menolong seseorang memanfaatkan waktu beserta energinya secara lebih sadar.

"Menjalani soft life bukan berarti menghindari tanggung jawab atau bersikap sembrono. Sebaliknya, gaya hidup ini mengajak seseorang mengenali batas kemampuan diri secara jujur," tulis Mark.

Ia pun menyitir riset dalam Frontiers of Psychology yang dipublikasikan pada Desember 2023. Riset tersebut mendapati bahwa batas yang samar antara pekerjaan dan kehidupan personal berkorelasi dengan menanjaknya kelelahan emosional serta merosotnya level kebahagiaan.

Terkini