Kemendikdasmen Salurkan Starlink untuk Sekolah 3T di Nias Utara

Sabtu, 20 Juni 2026 | 22:04:31 WIB
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

NIAS UTARA — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkuat akses pendidikan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) dengan menyalurkan layanan internet berbasis Starlink serta bantuan infrastruktur listrik bagi sejumlah sekolah di Kabupaten Nias Utara, Sumatra Utara.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menegaskan komitmen pemerintah dalam memastikan seluruh satuan pendidikan memiliki akses terhadap listrik dan internet sebagai fondasi utama dalam mendukung proses belajar mengajar. 

“Sekolah yang belum ada internet, saya bilang kami sambung internet, yang belum ada listrik kami sambung listrik,” kata Abdul Mu'ti saat mengunjungi SDN 077279 Siofabanua, Kabupaten Nias Utara, Jumat (19/6/2026). 

Ia menambahkan bahwa dukungan tersebut telah direalisasikan oleh tim Kemendikdasmen sebelum kunjungan kerja berlangsung.

Dalam program pemerataan akses pendidikan ini, Kemendikdasmen menyalurkan perangkat internet satelit Starlink kepada 11 sekolah yang sebelumnya tidak memiliki akses internet, yang terdiri dari empat sekolah dasar (SD) dan tujuh sekolah menengah pertama (SMP). 

Selain itu, pemerintah memberikan bantuan masing-masing sebesar Rp25 juta untuk mendukung instalasi listrik dan internet di tujuh sekolah lainnya, yakni enam SD dan satu SMP.

Bupati Nias Utara, Amizaro Waruwu, menyambut baik bantuan dari pemerintah pusat tersebut. 

Menurutnya, bantuan ini membawa manfaat nyata bagi peningkatan akses pendidikan di daerahnya. 

“Kedatangan Bapak Menteri membawa banyak oleh-oleh untuk kami di Kabupaten Nias Utara. Salah satunya Starlink bagi SD dan SMP yang selama ini belum memiliki jaringan internet,” ujar Amizaro.

Ia menuturkan, sekolah yang sebelumnya tidak memiliki akses kini dapat terhubung dengan jaringan digital untuk mendukung kegiatan pembelajaran, sekaligus mendapatkan dukungan sarana penerangan yang lebih memadai. 

“Bantuan tersebut menjadi langkah penting untuk mengurangi kesenjangan akses pendidikan antara daerah perkotaan dan wilayah 3T,” tutupnya.

Terkini