5 Makanan dan Jenis Olahraga yang Ampuh Membantu Cegah Pikun

Sabtu, 20 Juni 2026 | 21:54:31 WIB
Jenis Olahraga yang Ampuh Membantu Cegah Pikun.

JAKARTA — Risiko pikun atau penurunan fungsi kognitif seiring bertambahnya usia dapat ditekan melalui penerapan pola makan sehat dan aktivitas fisik yang tepat. 

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kombinasi nutrisi yang baik dan olahraga rutin berperan krusial dalam menjaga kesehatan otak serta mengurangi risiko demensia maupun penyakit Alzheimer. 

Nutrisi dalam makanan yang tepat berfungsi mengurangi peradangan, melindungi sel saraf dari kerusakan, serta mendukung kesehatan pembuluh darah otak.

Berikut adalah daftar makanan yang disarankan untuk membantu mencegah pikun:

Buah Beri: Kandungan flavonoid dalam buah beri membantu mencegah penurunan memori. Studi menunjukkan konsumsi minimal dua porsi buah beri dalam seminggu dapat mengurangi laju penurunan daya ingat.

Sayuran Hijau: Bayam, brokoli, dan kangkung kaya akan vitamin K, folat, serta beta karoten yang penting untuk memperlambat penurunan fungsi kognitif.

Ikan: Ikan berlemak seperti salmon, sarden, dan tuna kaya akan omega-3 yang vital bagi kesehatan otak. Disarankan mengonsumsinya setidaknya dua kali seminggu.

Kacang-kacangan: Tinggi protein dan lemak sehat, kacang-kacangan membantu kesehatan neuron melalui asam amino yang terkandung di dalamnya untuk memperkuat kemampuan mengingat.

Dark Chocolate: Mengandung antioksidan tinggi yang mampu melindungi otak dari radikal bebas sekaligus meningkatkan fungsi kognitif dan mengurangi potensi penyakit Alzheimer.

Olahraga pencegah pikun

Selain asupan nutrisi, olahraga juga menjadi faktor penting dalam menjaga daya ingat. Menurut dokter ahli umur panjang, Dr. Avinish Reddy, ada kebiasaan sederhana yang membantu menjaga kesehatan otak.

"Ada aktivitas tertentu yang juga menurunkan risiko Parkinson dan demensia, termasuk olahraga raket seperti tenis dan pickleball. Karena olahraga tersebut menggunakan koordinasi tangan dan mata," katanya.

Koordinasi tangan-mata sangat penting untuk aktivitas sehari-hari, seperti mengemudi, dan cenderung menurun setelah usia 60 tahun jika tidak dilatih. 

Terapis okupasi Jennifer Packard menambahkan bahwa olahraga raket seperti tenis dan pingpong sangat efektif melatih koordinasi tersebut.

"Bermain olahraga raket seperti tenis dan pingpong dapat meningkatkan koordinasi tangan-mata karena kecepatan bola yang bergerak menantang," kata Jennifer Packard kepada Harvard Health Publishing.

"Otak Anda harus mengendalikan tangan dan lengan tidak hanya di tempat yang dapat Anda lihat, tetapi juga di tempat yang tidak dapat Anda lihat, saat bola terbang lewat dan Anda meraihnya di belakang atau ke samping," tambahnya.

Selain melatih fisik, olahraga beregu juga membantu meningkatkan koneksi sosial, kebahagiaan, dan peluang untuk hidup lebih lama.

Terkini