Lighthouse Parenting: Gaya Asuh Membimbing Anak Tanpa Mengekang

Jumat, 19 Juni 2026 | 02:57:32 WIB
Illustrasi Lighthouse parenting. (Foto: NET)

JAKARTA — Di tengah maraknya pola asuh yang serba mengawasi atau sebaliknya terlalu membebaskan, muncul konsep pengasuhan yang menawarkan jalan tengah, yakni lighthouse parenting atau pola asuh mercusuar.

Gaya pengasuhan ini dinilai mampu membantu anak tumbuh mandiri dan tangguh, sekaligus tetap merasa didukung oleh orang tua.

Alih-alih mengendalikan setiap langkah anak, orang tua berperan layaknya mercusuar yang memberikan arah dan penerangan saat dibutuhkan.

Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh dokter anak Kenneth Ginsburg pada 2015. Menurut Ginsburg, orang tua seharusnya menjadi sumber cahaya yang stabil, membantu anak mengenali bahaya tanpa harus mengambil alih seluruh perjalanan hidup mereka.

Lighthouse parenting merupakan bentuk pola asuh otoritatif yang menekankan keseimbangan antara kasih sayang, aturan, perlindungan, dan kepercayaan.

Dalam konsep ini, orang tua hadir sebagai sosok yang memberikan rasa aman serta membantu anak memahami risiko yang mungkin dihadapi, namun tetap memberikan ruang bagi anak untuk mengambil keputusan sendiri.

Pendekatan ini sangat berbeda dengan helicopter parenting yang cenderung selalu menyelesaikan masalah anak.

Dengan lighthouse parenting, anak diajarkan untuk menghadapi dan menyelesaikan masalahnya sendiri dengan dukungan yang tepat, sehingga meningkatkan ketahanan mental serta kemampuan memecahkan masalah.

Untuk menerapkan pola asuh ini, orang tua dapat melakukan beberapa langkah strategis, seperti memberikan dukungan tanpa menghakimi, membangun hubungan yang dilandasi kepercayaan, serta membiasakan komunikasi terbuka.

Selain itu, penting bagi orang tua untuk mengizinkan anak melakukan kesalahan sebagai bagian dari proses belajar, serta tetap menetapkan aturan yang jelas terkait keselamatan fisik, moral, dan psikologis anak.

Terkini