Kredit Perbankan Tumbuh 11,5%, Namun Perolehan Belum Merata

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:42:02 WIB
Bank Indonesia (BI).

JAKARTA - Menjelang pertengahan tahun, kinerja kredit perbankan mencatatkan tren pertumbuhan yang positif.

Meski demikian, realisasi pertumbuhan ini belum merata di seluruh segmen kredit maupun di setiap institusi perbankan.

Bank Indonesia (BI) mencatat, kredit perbankan hingga Mei 2026 tumbuh 11,51% secara tahunan (year on year/yoy), meningkat dibandingkan capaian 9,98% yoy pada bulan sebelumnya.

Berdasarkan sektornya, kredit investasi menjadi penopang utama dengan pertumbuhan 21,95% yoy, disusul kredit modal kerja sebesar 8,09% yoy. Sebaliknya, kredit konsumsi mengalami perlambatan menjadi hanya 5,89% yoy.

Ekonom CORE Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, menilai pelambatan pada kredit konsumsi mengindikasikan daya beli ritel yang masih lemah serta kehati-hatian rumah tangga dalam berbelanja.

Ketidakmerataan pun terlihat pada performa masing-masing bank.

Bank-bank Himbara mendominasi pertumbuhan karena akses yang lebih luas terhadap proyek strategis pemerintah dan dukungan likuiditas.

Sementara itu, bank swasta cenderung lebih selektif dan mengalihkan likuiditas ke instrumen dengan imbal hasil menarik serta risiko rendah di tengah melambatnya permintaan kredit murni.

“Tapi ini lebih merupakan pilihan strategi daripada tanda melemahnya fundamental bank,” ujar Yusuf, Kamis (18/6/2026).

Pelaku industri perbankan pun turut menerapkan strategi kehati-hatian. Bank Syariah Indonesia (BSI), misalnya, terus menjaga penyaluran pembiayaan yang sehat sesuai profil risiko dan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG).

Hingga April 2026, BSI berhasil menyalurkan pembiayaan senilai Rp332 triliun atau tumbuh 15,59% yoy.

Senada dengan itu, KB Bank juga memilih untuk selektif dalam menyalurkan kredit guna menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, kualitas aset, dan keberlanjutan kinerja.

Presiden Direktur KB Bank, Kunardy Darma Lie, menegaskan fokus utama perseroan saat ini adalah memastikan ekspansi kredit dilakukan secara terukur dengan tetap memperhatikan prospek sektor usaha dan kualitas pertumbuhan.

Terkini