Suku Bunga Tinggi, Gaikindo Khawatir Penjualan Mobil Bakal Merosot

Jumat, 19 Juni 2026 | 20:21:31 WIB
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).

JAKARTA – Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) yang cukup agresif dalam satu bulan terakhir memicu kekhawatiran dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).

Pelaku industri otomotif menilai bahwa tren kenaikan suku bunga ini berpotensi memberikan tekanan pada kinerja penjualan kendaraan bermotor di pasar domestik.

Gaikindo menyoroti bahwa kenaikan suku bunga akan berdampak langsung pada skema pembiayaan konsumen.

Mengingat mayoritas pembelian mobil di Indonesia masih dilakukan melalui skema kredit atau cicilan, peningkatan suku bunga acuan diprediksi akan membuat bunga kredit kendaraan menjadi lebih mahal.

Hal ini dikhawatirkan dapat menurunkan minat masyarakat dalam melakukan pembelian unit baru, terutama bagi konsumen yang sangat bergantung pada fasilitas pembiayaan perbankan atau perusahaan pembiayaan (leasing).

Selain dari sisi konsumen, kenaikan suku bunga juga berpotensi memengaruhi biaya operasional industri otomotif, mulai dari biaya modal hingga beban rantai pasok.

Jika daya beli masyarakat melemah akibat kenaikan suku bunga dan peningkatan biaya hidup, maka target penjualan yang telah ditetapkan industri otomotif tahun ini berisiko sulit tercapai.

Para pelaku industri saat ini tengah memantau perkembangan kebijakan moneter lebih lanjut sambil menyusun strategi untuk menjaga stabilitas pasar.

Gaikindo berharap agar dampak dari penyesuaian suku bunga ini tidak berkepanjangan sehingga industri otomotif tetap mampu berkontribusi positif terhadap perekonomian nasional di tengah tantangan ekonomi global saat ini.

Terkini