Mentan: Perkuat Produksi Pertanian, RI Siap Lepas dari Impor Pangan

Senin, 15 Juni 2026 | 21:44:31 WIB
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman.

JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pemerintah terus menggenjot produksi pertanian nasional melalui berbagai langkah strategis seperti perluasan lahan, rehabilitasi irigasi, dan optimalisasi program pangan lainnya. 

Langkah ini diambil untuk memastikan Indonesia mampu mandiri dan lepas dari ketergantungan impor.

"Dulu Indonesia menjadi pasar besar bagi pangan dunia. Tetapi sekarang kita ingin berdiri di atas kaki sendiri," ujar Mentan dalam keterangannya di Jakarta, Senin (15/6/2026).

Saat menghadiri Silaturahmi Nasional Laskar Merah Putih (LMP), Amran menekankan pentingnya sinergi seluruh elemen bangsa dalam mengawal agenda besar Presiden Prabowo Subianto terkait swasembada pangan. 

Ia memaparkan bahwa saat ini stok beras pemerintah tercatat mencapai sekitar 5,2 juta ton, yang diklaim sebagai stok tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

Amran membandingkan kondisi tersebut dengan tahun 2024, di mana Indonesia masih mengimpor sekitar 4,5 juta ton beras. Kebijakan penghentian impor pada tahun 2025 menjadi titik balik arah baru kedaulatan pangan nasional. 

Selain stok beras, kesejahteraan petani juga dilaporkan meningkat, ditandai dengan Nilai Tukar Petani (NTP) pada Mei 2026 yang mencapai 127,73, level tertinggi dalam beberapa dekade terakhir.

Terkait upaya peningkatan produksi, Mentan menjelaskan bahwa program cetak sawah tidak hanya dipusatkan di Merauke, tetapi juga merambah wilayah Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan daerah potensial lainnya. 

"Semua ini untuk meningkatkan produksi dan kesejahteraan masyarakat. Lahan yang dikelola adalah milik rakyat dan hasilnya untuk rakyat," tegasnya.

Amran menyadari bahwa perbaikan sektor pertanian ini kerap menghadapi tantangan dan kritik dari berbagai pihak, termasuk kelompok yang diuntungkan oleh praktik impor. 

Namun, ia menegaskan komitmennya untuk tidak mundur dan akan menindak tegas mafia pangan yang merugikan petani.

"Kami tidak akan memberi ruang bagi mafia yang mempermainkan rakyat. Kalau ada yang merugikan petani dan bangsa ini, akan kami tindak. Kami tidak akan mundur," pungkasnya.

Terkini