JAKARTA - Pertumbuhan aktivitas bisnis di sektor jasa tenaga kerja alih daya menunjukkan dinamika yang semakin kuat dalam beberapa tahun terakhir.
Kebutuhan perusahaan terhadap layanan outsourcing terus meningkat seiring dengan upaya efisiensi operasional dan fleksibilitas pengelolaan sumber daya manusia.
Kondisi tersebut memberikan peluang bagi perusahaan penyedia jasa tenaga kerja untuk memperluas layanan sekaligus meningkatkan kinerja keuangannya.
PT Personel Alih Daya Tbk menjadi salah satu perusahaan yang berhasil memanfaatkan momentum tersebut. Emiten dengan kode saham PADA ini mencatat peningkatan pendapatan yang cukup signifikan sepanjang tahun buku 2025.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan permintaan dari berbagai segmen layanan yang dijalankan perusahaan.
Kinerja tersebut sekaligus mencerminkan penguatan operasional perusahaan di berbagai lini bisnis. Beragam layanan outsourcing yang ditawarkan perusahaan memberikan kontribusi penting terhadap pertumbuhan pendapatan secara keseluruhan.
Dengan portofolio layanan yang cukup luas, perusahaan mampu menjangkau berbagai sektor industri yang membutuhkan dukungan tenaga kerja alih daya.
Perkembangan tersebut juga berdampak pada perbaikan kinerja keuangan perusahaan. Setelah sebelumnya mencatatkan rugi usaha, perusahaan berhasil membukukan kinerja yang lebih baik pada tahun 2025.
Hasil tersebut menjadi salah satu capaian penting bagi PADA dalam memperkuat fondasi bisnisnya di industri jasa tenaga kerja alih daya.
Pertumbuhan Pendapatan Sepanjang Tahun
Berdasarkan laporan keuangan per Desember 2025, PT Personel Alih Daya Tbk berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp1,16 triliun sepanjang tahun tersebut.
Nilai ini meningkat 27,81% secara tahunan atau Year on Year (YoY) dibandingkan pendapatan tahun sebelumnya yang sebesar Rp910,54 miliar pada 2024.
Kenaikan pendapatan tersebut didorong oleh kontribusi dari berbagai segmen layanan yang dimiliki perusahaan. Segmen personel support dan office service menjadi salah satu penyumbang utama dengan nilai pendapatan sebesar Rp320,95 miliar.
Selain itu, layanan kurir juga memberikan kontribusi yang signifikan terhadap total pendapatan perusahaan. Dari segmen ini, perusahaan mencatatkan pendapatan sebesar Rp320,21 miliar.
Sementara itu, segmen jasa keamanan turut memberikan kontribusi sebesar Rp162,91 miliar. Pertumbuhan pada berbagai lini bisnis tersebut menunjukkan bahwa permintaan terhadap layanan outsourcing masih cukup tinggi di berbagai sektor.
Kontribusi Beragam Segmen Layanan
Selain tiga segmen utama tersebut, perusahaan juga memperoleh pendapatan dari sejumlah layanan lain yang melengkapi portofolio bisnisnya. Pendapatan dari segmen wilayah tercatat sebesar Rp154,53 miliar.
Selanjutnya, layanan technical and maintenance juga memberikan kontribusi terhadap total pendapatan perusahaan dengan nilai sebesar Rp136,89 miliar.
Perusahaan juga mencatatkan pendapatan dari jasa call center sebesar Rp65,45 miliar. Sementara itu, segmen FTTH and project management office memberikan kontribusi sebesar Rp3,87 miliar.
Beragamnya sumber pendapatan tersebut mencerminkan strategi perusahaan dalam mengembangkan layanan outsourcing yang lebih komprehensif. Dengan menyediakan berbagai jenis layanan, perusahaan dapat menjangkau lebih banyak kebutuhan klien dari berbagai sektor industri.
Kinerja Operasional Perusahaan
Seiring dengan peningkatan pendapatan, beban pokok pendapatan perusahaan juga mengalami kenaikan. Sepanjang 2025, beban pokok pendapatan PADA tercatat sebesar Rp1,12 triliun.
Nilai tersebut meningkat 27,81% secara tahunan dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp879,20 miliar. Kenaikan ini sejalan dengan peningkatan aktivitas operasional perusahaan dalam menyediakan berbagai layanan tenaga kerja alih daya.
Meskipun demikian, secara operasional perusahaan mampu menunjukkan perbaikan kinerja yang cukup signifikan. Pada tahun 2025, PADA berhasil mencatatkan laba usaha sebesar Rp14,36 miliar.
Capaian tersebut menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya ketika perusahaan masih mencatatkan rugi usaha sebesar Rp5,44 miliar pada 2024.
Perbaikan kinerja operasional ini menjadi indikator bahwa strategi bisnis yang dijalankan perusahaan mulai memberikan hasil yang positif.
Pencapaian Laba Bersih Tahun Berjalan
Perbaikan kinerja operasional perusahaan turut berdampak pada hasil akhir kinerja keuangan. Pada tahun buku 2025, PADA berhasil membukukan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp2,48 miliar.
Hasil tersebut menunjukkan perubahan dibandingkan kinerja tahun sebelumnya ketika perusahaan mencatatkan rugi bersih tahun berjalan sebesar Rp16,54 miliar pada 2026.
Pencapaian laba bersih ini menjadi salah satu tonggak penting bagi perusahaan dalam memperkuat posisi bisnisnya di industri jasa outsourcing.
Dengan kinerja yang lebih baik, perusahaan memiliki peluang untuk terus mengembangkan layanan serta memperluas jangkauan bisnis di masa mendatang.
Pertumbuhan permintaan terhadap layanan tenaga kerja alih daya diperkirakan masih akan berlanjut seiring dengan perkembangan dunia usaha yang semakin dinamis. Banyak perusahaan membutuhkan solusi pengelolaan tenaga kerja yang lebih efisien dan fleksibel.
Dalam konteks tersebut, perusahaan penyedia layanan outsourcing seperti PT Personel Alih Daya Tbk memiliki peluang untuk terus memperkuat perannya dalam mendukung kebutuhan dunia usaha.
Dengan memanfaatkan momentum pertumbuhan ini, perusahaan diharapkan dapat mempertahankan kinerja positif sekaligus meningkatkan kontribusinya terhadap industri jasa tenaga kerja di Indonesia.