Pemerintah Tambah Proyek Hilirisasi Energi Senilai Triliunan Rupiah

Kamis, 26 Maret 2026 | 13:42:55 WIB
Pemerintah Tambah Proyek Hilirisasi Energi Senilai Triliunan Rupiah

JAKARTA - Pemerintah kembali menegaskan komitmennya untuk memperkuat ketahanan energi nasional melalui akselerasi proyek hilirisasi dan pengembangan energi alternatif. 

Langkah ini sejalan dengan upaya memastikan pasokan energi domestik tetap stabil sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. 

Dalam rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah menteri di Hambalang, Bogor, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memaparkan perkembangan terbaru strategi hilirisasi nasional.

Bahlil menyebut bahwa program hilirisasi menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam beberapa tahun ke depan. Dari total 20 proyek tahap pertama, sebagian sudah memasuki tahap groundbreaking, sementara sisanya dijadwalkan mulai bulan depan. Menambah capaian ini, pemerintah menyiapkan 13 proyek hilirisasi tambahan dengan total investasi mencapai Rp239 triliun. 

“Kemudian kita tambah lagi ada 13 item hilirisasi yang total investasinya kurang lebih Rp239 triliun dan akan kita bahas finalisasi,” ujar Bahlil.

Selain hilirisasi, pemerintah juga mendorong pengembangan energi alternatif sebagai bagian dari strategi ketahanan energi. Presiden Prabowo mengarahkan seluruh potensi energi domestik dioptimalkan, mulai dari etanol dan biodiesel berbasis crude palm oil (CPO) hingga transisi ke energi baru terbarukan. 

“Bapak Presiden memerintahkan untuk mengoptimalkan seluruh potensi-potensi energi yang ada di kita, baik itu etanol, baik itu biodiesel dari CPO-CPO, termasuk kita bagaimana mendorong agar transisi energi lewat energi baru terbarukan juga kita bisa kita lakukan,” jelas Bahlil.

Pengelolaan komoditas energi dan mineral

Dalam rapat tersebut, Bahlil juga menyampaikan kondisi terkini harga komoditas energi dan mineral, terutama batu bara dan nikel. Ia menegaskan bahwa sampai saat ini belum ada perubahan kebijakan pengelolaan kedua komoditas tersebut. Pemerintah tetap memantau dinamika pasar global untuk menjaga keseimbangan supply and demand. 

“Andaikan pun kalau harganya stabil terus, bagus, kita akan bagaimana membuat relaksasi tapi terukur terhadap perencanaan produksi. Jadi semuanya masih dalam batas-batas koordinasi dengan pasar, kemudian kebutuhan supply and demand. Yang penting adalah kita inginkan harganya bagus terus, kita doakan harga batu bara bagus, harga nikel bagus, kemudian kita akan bagaimana melakukan relaksasi terukur,” ungkap Bahlil.

Pengelolaan yang terukur ini menjadi kunci agar harga komoditas tetap kompetitif tanpa mengorbankan kepentingan nasional. Dengan cara ini, sektor energi dan mineral dapat menjadi penggerak ekonomi sekaligus sumber penerimaan negara yang optimal.

Optimalisasi sumber daya alam sebagai aset strategis

Presiden Prabowo menekankan pentingnya mengutamakan kepentingan negara dalam pengelolaan sumber daya alam. Bahlil menyampaikan bahwa arahan presiden menitikberatkan pada pemanfaatan SDA sebagai aset strategis nasional, sekaligus meningkatkan kontribusi sektor mineral terhadap pendapatan negara. 

“Bapak Presiden memerintahkan kepada saya untuk bagaimana memperhatikan kepentingan negara, prioritas di atas segala-galanya dan kita menjaga sumber daya alam kita, sumber daya alam kita ini merupakan aset negara dan karena itu bahkan Bapak Presiden tadi juga memerintahkan untuk mencari sumber-sumber pendapatan di sektor mineral yang selama ini belum adil bagi negara,” tutur Bahlil.

Pendekatan ini menegaskan bahwa pengelolaan energi dan mineral tidak hanya soal produksi, tetapi juga tata kelola yang adil, berkelanjutan, dan berorientasi pada kepentingan nasional. Strategi ini mencakup seluruh aspek mulai dari hilirisasi industri hingga kebijakan fiskal terkait sumber daya alam.

Strategi jangka panjang untuk ketahanan energi nasional

Target utama pemerintah adalah memastikan hilirisasi berjalan optimal, transisi energi baru dan terbarukan terus berlangsung, serta produksi komoditas energi tetap seimbang dengan kebutuhan pasar domestik. 

Langkah-langkah ini diharapkan menciptakan struktur ekonomi yang lebih kokoh, mandiri, dan mampu bersaing secara global.

Pemerintah juga menekankan pentingnya integrasi kebijakan mulai dari hilirisasi industri, penguatan energi domestik, hingga tata kelola sumber daya alam yang berdaulat. 

Dengan pendekatan yang terkoordinasi, Indonesia diharapkan mampu menjaga stabilitas harga energi, meningkatkan penerimaan negara, serta memperkuat posisi domestik di pasar global.

Hilirisasi dan pengembangan energi alternatif, menurut Bahlil, tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi dalam negeri, tetapi juga memperkuat ketahanan energi dan mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon. 

Pengembangan energi baru terbarukan, etanol, dan biodiesel menjadi bagian dari strategi nasional untuk mengurangi ketergantungan pada impor energi sekaligus memperkuat industri lokal.

Dengan dukungan penuh pemerintah, proyek-proyek hilirisasi baru diharapkan mampu menyerap investasi besar, mendorong pertumbuhan lapangan kerja, dan meningkatkan nilai tambah produk energi domestik. Melalui langkah-langkah ini, Indonesia semakin dekat pada target energi berkelanjutan yang aman, efisien, dan kompetitif.

Terkini