BPH Migas Pastikan Stok BBM Aman Di Tol Bandung Barat

Rabu, 25 Maret 2026 | 15:28:05 WIB
BPH Migas Pastikan Stok BBM Aman Di Tol Bandung Barat

JAKARTA - Pergerakan arus balik Lebaran biasanya diikuti dengan meningkatnya mobilitas kendaraan di berbagai jalur utama. 

Kondisi ini membuat kebutuhan bahan bakar minyak atau BBM di sejumlah titik strategis, terutama di sepanjang jalan tol, ikut meningkat. 

Oleh karena itu, pengawasan terhadap ketersediaan BBM menjadi langkah penting untuk memastikan perjalanan masyarakat tetap lancar selama periode arus balik.

Pemerintah melalui lembaga pengawas sektor energi terus memantau distribusi BBM agar masyarakat yang melakukan perjalanan jauh tidak mengalami kendala dalam mendapatkan bahan bakar. 

Selain memastikan ketersediaan stok, pengawasan juga dilakukan untuk menjaga kualitas dan volume BBM yang disalurkan kepada masyarakat.

Dalam rangka memastikan kesiapan tersebut, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi melakukan pemantauan langsung terhadap fasilitas pengisian bahan bakar di sejumlah titik strategis di wilayah Jawa Barat.

Pemantauan Ketersediaan BBM Di Ruas Tol Bandung Barat

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi memastikan stok BBM di ruas jalan tol wilayah Bandung Barat, Jawa Barat, tersedia dan memadai menjelang puncak arus balik Lebaran 2026 yang diperkirakan terjadi pada pekan ini.

Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, menyampaikan bahwa masyarakat yang melakukan perjalanan dapat melakukan pengisian BBM sekaligus beristirahat dengan aman sebelum melanjutkan perjalanan menuju berbagai kota tujuan.

Pada Senin (23/3/2026), Wahyudi melakukan pemantauan langsung ke SPBU 149B dan SPBU 125B yang berada di ruas Tol Padalarang-Cileunyi atau Tol Padaleunyi di wilayah Bandung Barat.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan fasilitas serta ketersediaan BBM bagi masyarakat yang melakukan perjalanan arus balik.

Wahyudi menjelaskan bahwa kedua SPBU tersebut memiliki posisi yang cukup strategis karena berada di jalur penghubung antara wilayah selatan Jawa Barat dengan kota Bandung serta Jakarta.

"Kedua SPBU ini cukup luas dan nyaman. Merupakan SPBU transit bagi masyarakat, yang melakukan perjalanan pada arus balik ini, baik dari wilayah Garut, Tasikmalaya, serta Jawa wilayah selatan, ke arah Bandung maupun Jakarta, semua produk BBM tersedia," ungkap Wahyudi.

Peningkatan Konsumsi BBM Saat Arus Balik

Selama periode libur Idulfitri 2026, konsumsi beberapa jenis BBM di SPBU yang berada di ruas tol tersebut mengalami peningkatan.

Menurut Wahyudi, konsumsi BBM jenis Pertalite dan Pertamax di kedua SPBU tersebut meningkat sekitar 5 hingga 10 persen dibandingkan hari-hari biasa.

Kenaikan ini dipengaruhi oleh meningkatnya mobilitas kendaraan pribadi yang digunakan masyarakat untuk melakukan perjalanan mudik maupun arus balik Lebaran.

Namun di sisi lain, konsumsi BBM jenis Biosolar justru mengalami penurunan yang cukup signifikan. Penurunan tersebut mencapai sekitar 30 persen selama periode Lebaran.

"Sementara Biosolar, turun 30 persen, mengingat adanya pembatasan beroperasinya kendaraan besar roda enam atau tiga sumbu ke atas saat Lebaran ini," imbuhnya.

Kebijakan pembatasan operasional kendaraan besar selama masa mudik dan arus balik memang bertujuan untuk menjaga kelancaran lalu lintas di jalur utama.

Dengan berkurangnya kendaraan logistik berat yang melintas, konsumsi bahan bakar jenis solar pun ikut menurun selama periode tersebut.

Dukungan SPBU Kantong Untuk Menjaga Pasokan

Untuk memastikan pasokan BBM tetap tersedia meskipun terjadi peningkatan permintaan, PT Pertamina Patra Niaga juga menyiapkan berbagai langkah antisipasi.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan menyiapkan SPBU kantong berupa mobil tangki yang disiagakan di sekitar wilayah dengan mobilitas tinggi.

Fasilitas ini berfungsi sebagai cadangan pasokan BBM yang dapat digunakan untuk mempercepat pengisian stok di SPBU apabila terjadi lonjakan konsumsi.

"Disediakan mobile storage atau SPBU kantong dengan 16.000 liter Pertalite dan 8.000 liter Pertamax, yang disiagakan Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Barat untuk mempercepat pengisian stok BBM di SPBU," ujar Wahyudi.

Dengan adanya fasilitas tersebut, diharapkan proses distribusi BBM dapat berjalan lebih cepat dan efisien sehingga tidak terjadi kekosongan stok di SPBU selama arus balik berlangsung.

Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya memastikan masyarakat tetap dapat melakukan perjalanan dengan nyaman tanpa harus khawatir kehabisan bahan bakar di tengah perjalanan.

Pengecekan Mutu Dan Volume BBM

Selain memantau ketersediaan stok, BPH Migas juga melakukan pemeriksaan terhadap kualitas dan volume BBM yang disalurkan di SPBU.

Dalam kegiatan pemantauan tersebut, Wahyudi didampingi oleh Anggota Komite BPH Migas, Harya Adityawarman.

Mereka melakukan pengecekan mutu serta volume BBM yang keluar dari nozzle SPBU melalui pengujian berat jenis bahan bakar.

Dari hasil pemeriksaan tersebut diketahui bahwa kualitas serta takaran BBM yang disalurkan telah sesuai dengan standar yang ditetapkan.

"Alhamdulillah, masyarakat pasti mendapatkan BBM per liternya sesuai toleransi yang ditetapkan Pertamina Patra Niaga maupun pihak metrologi. Tadi, kita juga sudah melihat dan membuktikan perbandingan antara Pertamax, Pertalite, dan Biosolar, yang dikirim sebelum diturunkan ke tangki timbun, dengan warna sama semuanya, tidak ada perubahan dengan produk yang disalurkan ke masyarakat, sehingga secara kualitas sudah sesuai standar," ujarnya.

Selain memastikan kesiapan pasokan BBM, Wahyudi juga mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan arus balik untuk merencanakan perjalanan dengan baik.

Ia menyarankan agar masyarakat mengisi BBM secukupnya sebelum melanjutkan perjalanan serta menghindari jalur yang berpotensi mengalami kemacetan.

Dengan persiapan yang matang, diharapkan perjalanan arus balik Lebaran dapat berlangsung lebih aman, lancar, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.

Terkini