Saham BUMI Terbang Pagi Ini Diborong Investor Target 241

Selasa, 10 Maret 2026 | 11:08:00 WIB
Saham BUMI Terbang Pagi Ini Diborong Investor Target 241

JAKARTA - Pergerakan saham sektor pertambangan kembali menjadi perhatian pelaku pasar pada perdagangan awal pekan ini. Sejumlah emiten komoditas menunjukkan dinamika harga yang cukup aktif di tengah tingginya aktivitas transaksi di bursa. Kondisi ini mencerminkan minat investor yang masih kuat terhadap saham-saham berbasis sumber daya alam.

Dalam perdagangan saham, kenaikan harga yang disertai lonjakan volume transaksi sering kali menjadi sinyal bahwa minat beli investor sedang meningkat. 

Situasi tersebut dapat dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari sentimen pasar, aksi akumulasi investor besar, hingga analisis teknikal yang menunjukkan peluang kenaikan harga dalam jangka pendek.

Salah satu saham yang mengalami pergerakan cukup mencolok adalah saham PT Bumi Resources Tbk dengan kode emiten BUMI. Emiten yang dikenal sebagai bagian dari Grup Bakrie dan Salim ini menunjukkan pemulihan harga setelah sebelumnya mengalami tekanan dalam beberapa sesi perdagangan sebelumnya.

Kenaikan harga saham BUMI pada perdagangan Selasa pagi menjadi perhatian pelaku pasar karena disertai dengan nilai transaksi yang cukup besar. Aktivitas perdagangan yang ramai tersebut memperlihatkan bahwa saham ini kembali menjadi incaran investor di bursa.

Pergerakan Saham Bumi Resources Pada Perdagangan Pagi

Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) bangkit pada sesi I perdagangan Selasa, 10 Maret 2026.

Di sekitar pukul 09.41 WIB, saham BUMI di posisi Rp 232 atau plus 5,45%. Sudah sebanyak 2,44 miliar saham BUMI diperdagangkan, frekuensi 26.733 kali, dan nilai transaksi Rp 566,26 miliar.

Lonjakan harga ini menandakan adanya peningkatan aktivitas perdagangan yang cukup signifikan di pasar. Banyaknya saham yang berpindah tangan juga mencerminkan tingginya minat investor terhadap emiten tambang tersebut.

Pergerakan saham yang cukup aktif pada awal sesi perdagangan biasanya menjadi salah satu indikator bahwa pelaku pasar sedang merespons dinamika tertentu yang terjadi pada saham tersebut.

Dengan volume transaksi yang besar, saham BUMI kembali menjadi salah satu emiten yang paling aktif diperdagangkan pada pagi hari di Bursa Efek Indonesia.

Lonjakan Harga Dipicu Aksi Borong Investor

Saham emiten Grup Bakrie dan Salim ini loncat karena aksi borong. Berdasarkan data pada aplikasi Stockbit Sekuritas, saham BUMI membukukan net buy Rp 65,4 miliar.

Aksi pembelian dalam jumlah besar oleh investor ini menjadi salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan harga saham BUMI pada sesi perdagangan tersebut. Ketika permintaan terhadap saham meningkat, harga biasanya akan bergerak naik mengikuti tekanan beli di pasar.

Net buy yang cukup besar menunjukkan bahwa jumlah pembelian saham lebih tinggi dibandingkan aksi penjualan yang terjadi pada periode tersebut. Hal ini sering diartikan sebagai sinyal bahwa investor sedang melakukan akumulasi saham.

Aktivitas akumulasi biasanya terjadi ketika pelaku pasar menilai harga saham masih memiliki potensi untuk bergerak lebih tinggi dalam periode selanjutnya.

Karena itu, tidak mengherankan apabila kenaikan harga saham BUMI pada perdagangan pagi tersebut langsung menarik perhatian para pelaku pasar.

Pemulihan Setelah Beberapa Hari Tertekan

Saham Bumi Resources bangkit setelah pada dua hari bursa sebelumnya selalu diparkir di zona merah masing-masing minus 4,17% dan minus 4,35%.

Tekanan harga yang terjadi dalam beberapa hari sebelumnya membuat saham ini sempat mengalami koreksi yang cukup dalam. Namun pada perdagangan terbaru, saham BUMI justru menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang cukup kuat.

Pergerakan naik setelah fase penurunan sering kali menjadi momen yang dipantau investor. Dalam analisis teknikal, kondisi tersebut bisa menjadi indikasi adanya pembalikan arah harga apabila didukung oleh volume transaksi yang kuat.

Kenaikan yang terjadi pada sesi perdagangan ini sekaligus menjadi momentum pemulihan setelah sebelumnya saham BUMI berada dalam tekanan jual di pasar.

Meski demikian, pergerakan saham di pasar modal tetap dipengaruhi oleh berbagai faktor yang dapat berubah sewaktu-waktu. Oleh karena itu, pelaku pasar biasanya tetap mencermati berbagai indikator teknikal maupun fundamental sebelum mengambil keputusan investasi.

Target Harga Dan Area Support Saham Bumi

Kiwoom Sekuritas dalam ulasannya untuk perdagangan hari ini mematok target harga pertama BUMI di 230, dan target harga kedua pada 241.

Penentuan target harga tersebut biasanya didasarkan pada analisis teknikal yang memperhatikan pola pergerakan harga saham di pasar. Target harga menjadi acuan bagi investor untuk memantau potensi kenaikan yang mungkin terjadi.

Selain target harga, analis juga menetapkan area support yang menjadi batas penting apabila harga saham mengalami tekanan penurunan. Dalam analisis tersebut, support pertama berada pada level 204 serta support kedua pada 189.

Sementara itu, stoploss disarankan apabila saham Bumi Resources jatuh ke angka 186. Level ini biasanya digunakan sebagai batas untuk membatasi potensi kerugian apabila harga saham bergerak berlawanan dengan perkiraan investor.

Dengan adanya berbagai level teknikal tersebut, pelaku pasar memiliki referensi tambahan dalam memantau pergerakan saham BUMI pada perdagangan selanjutnya. Aktivitas transaksi yang tinggi pada perdagangan pagi juga menunjukkan bahwa saham ini masih menjadi salah satu emiten yang aktif diperhatikan oleh investor.

Ke depan, arah pergerakan saham Bumi Resources akan sangat dipengaruhi oleh dinamika pasar, sentimen sektor komoditas, serta strategi investasi para pelaku pasar di bursa.

Terkini