Kenapa QRIS Tap Belum Bisa Digunakan di iPhone? Simak Penjelasan BI

Senin, 23 Februari 2026 | 12:05:58 WIB
Kenapa QRIS Tap Belum Bisa Digunakan di iPhone? Simak Penjelasan BI

JAKARTA - Pembayaran digital berbasis QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) semakin berkembang pesat, dengan fitur terbaru QRIS Tap yang memanfaatkan teknologi NFC (Near Field Communication). 

Namun, meskipun fitur ini sangat praktis, banyak pengguna iPhone yang belum dapat menggunakannya. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan akses NFC yang diterapkan oleh Apple. 

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Filianingsih Hendarta, memberikan penjelasan mengenai hal ini dan menyarankan para pengguna iPhone untuk bersabar.

Mengenal QRIS Tap dan Teknologi NFC

QRIS Tap adalah pengembangan terbaru dari sistem pembayaran QRIS yang sudah dikenal luas di Indonesia. Sistem ini menggunakan teknologi NFC, yang memungkinkan transaksi dilakukan hanya dengan mendekatkan ponsel ke mesin pembaca, tanpa perlu memindai kode QR secara manual. 

Teknologi ini mempercepat dan mempermudah proses pembayaran, membuatnya lebih praktis terutama di sektor-sektor dengan frekuensi transaksi tinggi, seperti transportasi publik, restoran, dan ritel modern.

Pada perangkat Android, QRIS Tap bekerja dengan sangat baik, asalkan ponsel tersebut mendukung NFC. Pengguna hanya perlu membuka aplikasi pembayaran yang mendukung QRIS, memilih metode QRIS Tap, dan menempelkan ponsel ke terminal pembaca. 

Proses ini memungkinkan transaksi terjadi dalam waktu yang lebih cepat dibandingkan dengan metode QRIS konvensional yang mengharuskan pemindaian kode QR secara visual.

Keterbatasan Akses NFC pada iPhone

Namun, meskipun QRIS Tap telah menunjukkan tren pertumbuhan yang positif, pengguna iPhone masih belum bisa memanfaatkan fitur ini. Hal ini terjadi karena Apple hanya membuka akses NFC untuk layanan mereka sendiri, yaitu Apple Pay, dan belum membuka akses untuk pengembang pihak ketiga seperti BI yang menjalankan sistem pembayaran QRIS. 

Menurut Filianingsih, Bank Indonesia sudah berkomunikasi dengan Apple Indonesia serta kantor pusat Apple mengenai kemungkinan membuka akses NFC untuk QRIS Tap, sebagaimana yang telah dilakukan di Uni Eropa.

“Pengguna QRIS mohon bersabar untuk iPhone ya. Karena saat ini memang Apple itu belum membuka NFC fiturnya untuk pihak ketiga. Mereka hanya membuka untuk Apple Pay,” ujar Filianingsih.

Bank Indonesia mengungkapkan bahwa meskipun pembicaraan dengan Apple sedang berjalan, masih belum ada keputusan yang pasti mengenai kapan atau apakah Apple akan membuka akses tersebut untuk QRIS Tap di Indonesia.

Perkembangan QRIS Tap di Indonesia

Sejak diluncurkan, QRIS Tap telah berkembang dengan pesat di Indonesia, terutama di sektor transportasi dan hospitality (perhotelan). Menurut data dari BI, transaksi menggunakan QRIS Tap telah memproses lebih dari 475.000 transaksi, dengan angka pertumbuhan sekitar 7,9% secara bulanan. 

Sektor transportasi, seperti pembayaran tiket bus atau moda transportasi publik lainnya, menjadi sektor dengan penggunaan QRIS Tap paling dominan. 

Namun, transaksi di sektor restoran dan ritel cenderung memiliki nilai yang lebih tinggi, mencerminkan perbedaan pola konsumsi di kedua sektor tersebut.

Berdasarkan laporan Bank Indonesia, nominal transaksi dengan menggunakan QRIS Tap juga mengalami peningkatan sebesar 6,4% secara bulanan. 

Nilai total transaksi mencapai sekitar Rp 4,6 miliar. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada keterbatasan pada perangkat iPhone, QRIS Tap sudah mulai menunjukkan dampak yang signifikan di berbagai sektor ekonomi.

Kendala dan Solusi untuk Pengguna iPhone

Meski terdapat pertumbuhan yang cukup signifikan, adopsi QRIS Tap di Indonesia belum sepenuhnya merata, terutama di kalangan pengguna iPhone. Seperti yang disebutkan sebelumnya, masalah utama adalah terbatasnya akses NFC pada perangkat iPhone. 

Meskipun Apple telah membuka akses NFC di beberapa negara, termasuk di Uni Eropa, pengguna iPhone di Indonesia masih belum dapat menikmati kemudahan yang diberikan oleh QRIS Tap.

Namun, BI terus berupaya untuk mencari solusi dengan berkomunikasi intensif dengan Apple, berharap agar akses NFC bagi QRIS Tap dapat dibuka. 

Hal ini diharapkan dapat mempercepat proses digitalisasi sistem pembayaran dan memberikan kemudahan bagi lebih banyak pengguna di Indonesia, tanpa terkendala oleh jenis perangkat yang mereka gunakan.

Keamanan dan Mekanisme QRIS Tap

QRIS Tap tetap berada dalam kerangka standar nasional QRIS yang diatur oleh Bank Indonesia. Meskipun menggunakan NFC, transaksi yang dilakukan tetap mengikuti prosedur keamanan yang berlaku di Indonesia. 

Pengguna akan tetap diminta untuk melakukan autentikasi menggunakan PIN, biometrik, atau metode lain yang disesuaikan dengan kebijakan aplikasi pembayaran yang digunakan. Hal ini memastikan bahwa semua transaksi tetap aman dan terlindungi.

Dengan sistem ini, pengguna dapat melakukan pembayaran dengan lebih cepat, sementara merchant juga mendapat keuntungan dari transaksi yang lebih efisien. 

Karena QRIS Tap terintegrasi dengan sistem pembayaran domestik, transaksi dapat diproses secara real time, dan konfirmasi pembayaran langsung muncul di aplikasi pengguna maupun perangkat merchant.

Masa Depan QRIS Tap dan Pengembangan Lanjutan

Ke depan, pengembangan QRIS Tap masih sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur, dukungan dari merchant, serta kompatibilitas perangkat pengguna. BI terus bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memperluas interoperabilitas sistem pembayaran digital di Indonesia. 

Jika akses NFC pada iPhone dapat dibuka, QRIS Tap berpotensi memperluas cakupan penggunaannya, baik di sektor transportasi, ritel, maupun hospitality.

Meskipun saat ini hanya pengguna Android yang dapat menikmati QRIS Tap, Bank Indonesia tetap berkomitmen untuk terus mengembangkan sistem pembayaran ini agar semakin inklusif dan mudah diakses oleh semua kalangan. Oleh karena itu, bagi pengguna iPhone, mereka diminta untuk bersabar, berharap bahwa suatu saat nanti akses NFC akan dibuka untuk penggunaan QRIS Tap yang lebih luas.

Terkini