SMF Rilis Obligasi dan Sukuk Musyarakah Tawarkan Imbal Hasil Tinggi

Selasa, 10 Februari 2026 | 15:46:15 WIB
SMF Rilis Obligasi dan Sukuk Musyarakah Tawarkan Imbal Hasil Tinggi

JAKARTA - PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) kembali melanjutkan rencananya untuk menerbitkan obligasi berkelanjutan VII tahap II pada tahun 2026. Langkah ini merupakan bagian dari upaya SMF untuk meraih dana hingga Rp 24 triliun melalui penerbitan obligasi. 

Dengan target dana sebesar Rp 2,67 triliun pada tahap II ini, SMF berencana untuk meluncurkan dua jenis instrumen: obligasi dan sukuk musyarakah.

Sesuai dengan keterbukaan informasi yang diterbitkan pada Senin (9/2/2026), obligasi berkelanjutan VII tahap II akan dibagi dalam dua seri, yakni Seri A dan Seri B. Seri A, yang berjumlah Rp 945 miliar, akan menawarkan kupon tetap sebesar 4,75% per tahun dengan tenor 370 hari, yang akan jatuh tempo pada 9 Maret 2027. 

Sedangkan Seri B, senilai Rp 610 miliar, memiliki jangka waktu dua tahun dengan kupon tetap 5,25% per tahun dan akan jatuh tempo pada 27 Februari 2028.

Penerbitan obligasi berkelanjutan ini merupakan bagian dari total target dana yang lebih besar, yang mencapai Rp 24 triliun. Tahap pertama dari penerbitan obligasi ini sudah berhasil meraih dana sebesar Rp 1,58 triliun. 

Dengan keberhasilan tersebut, SMF berharap dapat memperluas jangkauan dan menarik lebih banyak investor di tahap kedua penerbitan obligasi ini.

Sukuk Musyarakah Berkelanjutan Menjadi Pilihan Investasi Syariah

Selain obligasi, SMF juga akan merilis sukuk musyarakah berkelanjutan II tahap II dengan target dana sebesar Rp 1,1 triliun. Sukuk ini akan menawarkan imbal hasil yang cukup menarik, yaitu 4,75% per tahun dengan jangka waktu 370 hari, yang akan jatuh tempo pada 9 Maret 2027. 

Sebagian besar sukuk ini, sebesar Rp 793,06 miliar, akan dijamin dengan kesanggupan penuh (full commitment), sementara sisanya akan dijamin dengan kesanggupan terbaik (best effort), yang maksimal sebesar Rp 306,94 miliar.

Sukuk musyarakah berkelanjutan II ini merupakan bagian dari rencana penerbitan sukuk yang lebih besar, dengan target dana Rp 2,5 triliun. 

Pada tahap pertama penerbitan sukuk ini, SMF telah berhasil meraih dana sebesar Rp 445 miliar. Penerbitan sukuk ini menjadi salah satu opsi investasi syariah yang menarik, di mana investor dapat memilih instrumen yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah, namun tetap memperoleh imbal hasil yang kompetitif.

Kedua instrumen ini baik obligasi maupun sukuk memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk mendukung pembiayaan sektor perumahan di Indonesia. 

Dalam hal ini, SMF berperan penting dalam menyediakan pendanaan bagi sektor pembiayaan perumahan yang terus berkembang, khususnya di tengah permintaan perumahan yang tinggi di berbagai daerah.

Rating Kredit dan Penjamin Emisi Penerbitan Obligasi dan Sukuk

Sebagai tambahan jaminan bagi para investor, baik obligasi maupun sukuk musyarakah yang diterbitkan oleh SMF memiliki rating idAAA dari Pefindo. 

Rating ini menunjukkan bahwa instrumen yang ditawarkan memiliki kualitas kredit yang sangat baik, dengan tingkat risiko yang relatif rendah. Ini tentu menjadi nilai lebih bagi para investor yang mencari instrumen investasi dengan risiko yang terkelola dengan baik.

Proses penerbitan obligasi dan sukuk ini juga mendapat dukungan penuh dari sejumlah penjamin emisi terkemuka, yaitu PT Aldiracita Sekuritas Indonesia, PT CIMB Niaga Sekuritas, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, PT Indo Premier Sekuritas, PT Maybank Sekuritas Indonesia, PT OCBC Sekuritas Indonesia, dan PT RHB Sekuritas Indonesia. 

Kehadiran penjamin emisi yang berpengalaman ini memberikan jaminan tambahan bagi investor yang tertarik untuk berpartisipasi dalam penerbitan obligasi dan sukuk SMF.

Jadwal Penawaran Obligasi dan Sukuk Musyarakah SMF

Proses penerbitan obligasi dan sukuk ini dimulai dengan penawaran awal (bookbuilding) yang berlangsung pada 19 Januari hingga 30 Januari 2026. Selanjutnya, akan ada penawaran umum yang akan dilaksanakan pada 23-24 Februari 2026. 

Setelah itu, penjatahan akan dilakukan pada 25 Februari 2026, dan pengembalian uang pesanan serta distribusi obligasi dan sukuk kepada investor akan dilakukan pada 27 Februari 2026. Pencatatan instrumen ini di Bursa Efek Indonesia (BEI) dijadwalkan pada 2 Maret 2026.

Proses penawaran ini memberi kesempatan bagi para investor, baik individu maupun institusi, untuk berpartisipasi dalam pembelian obligasi dan sukuk musyarakah yang ditawarkan. 

Dengan kupon tetap yang kompetitif, instrumen ini diharapkan dapat menarik banyak minat dari investor yang mencari investasi dengan imbal hasil stabil.

Kesimpulan: Peluang Investasi Menarik dari SMF

Penerbitan obligasi berkelanjutan dan sukuk musyarakah berkelanjutan oleh PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) menawarkan peluang investasi yang menarik, baik bagi investor konvensional maupun yang menginginkan instrumen syariah. 

Dengan imbal hasil yang kompetitif, rating kredit yang solid, dan dukungan dari penjamin emisi terkemuka, kedua instrumen ini memberikan alternatif pendanaan yang aman dan menguntungkan.

Bagi investor yang ingin berpartisipasi dalam pengembangan sektor perumahan Indonesia dan mendapatkan imbal hasil yang menguntungkan, penerbitan obligasi dan sukuk musyarakah SMF ini bisa menjadi pilihan yang patut dipertimbangkan. 

Menyusul keberhasilan penerbitan obligasi tahap pertama, tahap kedua ini diharapkan dapat meraih dana yang lebih besar dan memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan sektor pembiayaan perumahan di Indonesia.

Terkini