Salmon Dan Kembung Mana Lebih Unggul Kandungan Nutrisinya

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:30:41 WIB
Salmon Dan Kembung Mana Lebih Unggul Kandungan Nutrisinya

JAKARTA - Perdebatan soal ikan paling sehat sering kali mengerucut pada satu nama: salmon. Ikan ini kerap dijadikan tolok ukur konsumsi ikan bergizi tinggi, terutama karena kandungan omega-3 yang diklaim unggul untuk jantung dan otak. 

Namun di sisi lain, Indonesia memiliki ikan kembung yang mudah ditemukan, terjangkau, dan sudah lama menjadi bagian dari menu sehari-hari masyarakat. Pertanyaannya, apakah perbedaan harga dan popularitas itu benar-benar mencerminkan perbedaan nilai gizi?

Secara ilmiah, salmon dan kembung sama-sama masuk kategori ikan berlemak atau fatty fish. Keduanya mengandung protein hewani berkualitas tinggi serta lemak sehat yang dibutuhkan tubuh. 

Dalam 100 gram daging ikan, salmon maupun kembung rata-rata mengandung sekitar 18–22 gram protein yang berperan penting dalam pembentukan otot, hormon, serta enzim.

Perbedaan yang kerap disorot adalah kadar lemak total. Salmon umumnya memiliki kandungan lemak sedikit lebih tinggi sehingga kalorinya pun lebih besar. 

Namun, perbedaan ini tidak serta-merta membuat salmon lebih unggul, karena lemak pada ikan kembung juga didominasi oleh lemak sehat yang bermanfaat bagi tubuh.

Kandungan Protein Dan Lemak Sehat

Protein menjadi salah satu alasan utama ikan direkomendasikan sebagai sumber pangan sehat. Baik salmon maupun kembung menyediakan protein lengkap yang mengandung asam amino esensial, sehingga mudah dimanfaatkan tubuh.

Dari sisi lemak, keduanya dikenal sebagai ikan berlemak dengan kandungan asam lemak tak jenuh yang tinggi. Lemak jenis ini membantu menjaga kesehatan jantung serta mendukung fungsi metabolisme. 

Meski salmon memiliki kandungan lemak sedikit lebih tinggi, hal tersebut tidak berarti ikan kembung lebih rendah kualitasnya. Lemak pada kembung juga berkontribusi pada asupan energi dan kesehatan sel.

Dengan profil gizi seperti ini, kedua jenis ikan tersebut sama-sama layak menjadi bagian dari pola makan seimbang, terutama bagi masyarakat yang ingin memenuhi kebutuhan protein harian tanpa harus bergantung pada daging merah.

Sama Sama Kaya Omega Tiga

Keunggulan utama salmon yang paling sering disebut adalah kandungan omega-3. Namun, ikan kembung juga mengandung asam lemak omega-3 jenis EPA dan DHA yang manfaatnya telah dibuktikan secara ilmiah.

Kandungan omega-3 pada kedua ikan ini diketahui dapat menurunkan risiko penyakit jantung, membantu mengontrol peradangan, serta mendukung fungsi otak dan kesehatan mental. Bahkan, beberapa studi menunjukkan bahwa kadar omega-3 pada ikan kembung tropis bisa setara dengan salmon.

Fakta ini menunjukkan bahwa manfaat kesehatan dari ikan kembung tidak kalah signifikan. Dengan konsumsi rutin, ikan kembung dapat memberikan perlindungan serupa terhadap penyakit kardiovaskular serta membantu menjaga fungsi kognitif.

Vitamin Dan Mineral Penting

Selain protein dan lemak sehat, salmon dan kembung juga kaya akan vitamin serta mineral esensial. Salmon dikenal luas sebagai sumber vitamin D, nutrisi yang penting untuk kesehatan tulang dan sistem imun. Namun, ikan kembung juga mengandung vitamin D dalam jumlah tinggi, bahkan dalam beberapa kondisi dapat menyaingi salmon.

Keduanya juga merupakan sumber vitamin B12 yang berperan dalam pembentukan sel darah merah dan fungsi saraf. Selain itu, kandungan selenium dan iodium pada kedua ikan ini membantu menjaga metabolisme serta mendukung sistem kekebalan tubuh.

Dengan komposisi vitamin dan mineral tersebut, baik salmon maupun kembung dapat membantu memenuhi kebutuhan mikronutrien harian yang sering kali kurang terpenuhi dari sumber pangan lain.

Keamanan Pangan Dan Akses Konsumsi

Dari sisi keamanan pangan, ikan kembung memiliki keunggulan tersendiri. Sebagai ikan berukuran kecil hingga menengah, kembung cenderung memiliki kadar merkuri yang lebih rendah dibanding ikan predator besar. Hal ini membuatnya relatif lebih aman untuk dikonsumsi secara rutin.

Sebaliknya, salmon yang beredar di pasaran sebagian besar merupakan salmon budidaya. Bergantung pada sistem budidayanya, salmon berpotensi terpapar residu pakan atau polutan tertentu. Meski tetap aman bila melalui pengawasan, faktor ini menjadi pertimbangan tambahan bagi konsumen.

Jika ditinjau secara keseluruhan, tidak ada bukti ilmiah kuat yang menyatakan salmon secara signifikan lebih sehat dibanding ikan kembung. Keduanya sama-sama bermanfaat bagi kesehatan jantung, otak, dan metabolisme tubuh. Perbedaan lebih banyak terletak pada harga, akses, serta preferensi rasa.

Bagi masyarakat Indonesia, ikan kembung justru memiliki nilai tambah karena mudah diperoleh, lebih terjangkau, dan umumnya dijual dalam kondisi segar, bukan beku. Dengan kandungan protein dan omega-3 yang setara serta risiko kontaminan yang lebih rendah, ikan kembung kerap disebut sebagai “salmon-nya negara tropis”.

Terkini