Laboratorium Kilang Balongan Jamin Mutu BBM Standar Internasional

Senin, 02 Februari 2026 | 10:18:56 WIB
Laboratorium Kilang Balongan Jamin Mutu BBM Standar Internasional

JAKARTA - Di balik setiap tetes bahan bakar minyak yang digunakan masyarakat, terdapat proses panjang yang menjamin kualitas, keamanan, dan keandalannya sebelum sampai ke tangan konsumen. 

Salah satu bagian terpenting dalam rantai tersebut adalah sistem pengujian mutu yang bekerja tanpa henti di balik layar. Di Kilang Balongan, peran strategis ini dijalankan oleh Laboratorium Kilang Balongan yang menjadi pusat kendali mutu seluruh produk hasil pengolahan.

PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit (RU) VI Balongan secara konsisten menjaga kualitas Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dihasilkan agar selalu memenuhi standar yang berlaku. 

Laboratorium kilang berfungsi sebagai garda depan dalam menjamin bahwa setiap produk yang dilepas ke pasar telah memenuhi seluruh persyaratan teknis dan spesifikasi resmi yang ditetapkan pemerintah. 

Seluruh proses pengujian dilakukan dengan mengacu pada standar Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian ESDM.

Tester I CFR & Aviation RU VI Balongan, Zaeturohmah Febriyanti, menjelaskan bahwa laboratorium memiliki peran ganda sebagai Quality Control (QC) dan Quality Assurance (QA) bagi seluruh produk kilang. 

Fungsi ini menjadikan laboratorium bukan sekadar unit pengujian, tetapi bagian strategis dalam sistem jaminan mutu kilang secara menyeluruh.

Sistem Pengujian Berlapis Berstandar Internasional

Laboratorium Kilang Balongan menjalankan proses pengujian dengan cakupan parameter yang sangat luas. “Di laboratorium, kami melakukan pengujian lebih dari 20 parameter untuk setiap produk. Parameter tersebut tidak hanya mencakup RON atau angka oktan, tetapi juga distilasi, viskositas, stabilitas oksidasi, dan parameter teknis lainnya. Seluruhnya harus memenuhi spesifikasi agar produk dinyatakan on-spec dan layak disalurkan ke konsumen,” jelas Zeturohmah.

Pengujian tersebut diterapkan pada berbagai jenis produk BBM, mulai dari Pertamax, Pertamax Turbo, Pertalite, Pertamina Dex, hingga produk bahan bakar penerbangan dan turunannya. Proses pengujian tidak hanya dilakukan pada produk akhir, tetapi berlangsung sejak tahap awal bahan baku masuk ke kilang.

Tahapan kontrol mutu dimulai sejak minyak mentah tiba di kilang melalui kapal. Crude oil tidak langsung diproses, tetapi terlebih dahulu dianalisis untuk memastikan kesesuaiannya dengan standar yang telah ditetapkan. 

Hasil analisis ini kemudian menjadi dasar penyampaian data ke bagian Refinery Business Optimization (RBO) sebagai acuan dalam perencanaan proses pengolahan.

Setelah minyak mentah diproses di unit pengolahan, produk jadi kembali diuji di laboratorium. Pengujian ini bertujuan memastikan seluruh parameter tetap berada dalam batas spesifikasi sebelum produk didistribusikan ke pasar. 

Selain itu, monitoring juga dilakukan secara kontinyu selama proses pengolahan berlangsung untuk memastikan kualitas tetap terjaga sejak awal hingga akhir proses produksi.

“Setelah diolah di unit proses, produk jadi kembali diuji di laboratorium untuk memastikan seluruh parameternya tetap sesuai standar sebelum didistribusikan. Selain itu, dilakukan pula monitoring secara kontinyu saat proses pengolahan terjadi untuk mendapatkan produk yang sesuai dengan spesifikasi,” tambahnya.

Kalibrasi, Metode, dan Kompetensi Analis

Untuk menjamin ketepatan dan keandalan hasil uji, Laboratorium Kilang Balongan menerapkan sistem kalibrasi rutin pada seluruh peralatan pengujian. Setiap instrumen diuji secara berkala agar hasil analisis tetap presisi dan konsisten.

Metode pengujian yang digunakan mengacu pada standar internasional terkini seperti ASTM dan UOP. Proses ini didukung oleh tenaga analis yang telah tersertifikasi dan memiliki kompetensi sesuai bidangnya. 

Evaluasi metode pengujian juga dilakukan secara rutin setiap bulan untuk memastikan seluruh prosedur tetap relevan dengan perkembangan standar global.

Dalam konteks pengembangan produk baru, seperti Diesel X, laboratorium tidak berperan sebagai unit riset, tetapi sebagai penjamin mutu. Setiap hasil pengembangan yang dilakukan oleh tim process engineer diverifikasi melalui pengujian laboratorium, terutama untuk memastikan pemenuhan parameter krusial seperti kandungan sulfur rendah (low sulfur) sesuai spesifikasi.

“Laboratorium memastikan setiap produk yang dilepas telah memenuhi standar melalui penerbitan Certificate of Quality (CoQ). Ini menjadi bukti bahwa produk benar-benar sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan,” ujar Zeturohmah.

Peran Strategis dalam Ketahanan Energi Nasional

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menegaskan bahwa keberadaan Laboratorium Kilang Balongan menjadi lini terdepan dalam menjamin kualitas dan keandalan BBM, khususnya produk yang dihasilkan dari Kilang Balongan.

Menurutnya, laboratorium bukan hanya berfungsi sebagai unit teknis pengujian, tetapi juga sebagai bagian penting dalam menjaga stabilitas distribusi energi nasional. 

“Keberadaan laboratorium di fasilitas Pertamina merupakan aspek penting untuk tempat inovasi dan menjaga kualitas produk. Hal ini sekaligus mendukung kelancaran distribusi energi nasional yang aman dan berkualitas bagi masyarakat,” tukas Baron.

Dengan sistem pengujian berlapis, standar internasional, tenaga profesional tersertifikasi, serta pengawasan berkelanjutan sejak bahan baku hingga produk akhir, Laboratorium Kilang Balongan menjadi fondasi utama dalam sistem jaminan mutu BBM. 

Peran ini menjadikan Kilang Balongan tidak hanya sebagai pusat produksi energi, tetapi juga sebagai institusi yang menjaga kepercayaan publik terhadap kualitas BBM nasional.

Keandalan laboratorium sebagai quality assurance memastikan bahwa setiap produk yang sampai ke masyarakat telah melewati proses pengujian yang ketat, objektif, dan terstandarisasi. Dengan demikian, mutu BBM tidak hanya dijaga dari sisi produksi, tetapi juga dari sistem kontrol kualitas yang terintegrasi secara menyeluruh di setiap tahapan proses kilang.

Terkini